Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Islam kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan keagamaan kepada masyarakat melalui program Penyuluh Bergerak. Kali ini, para penyuluh melaksanakan pembinaan dan pendampingan spiritual bagi pasien di Rumah Sakit Muhammadiyah Sumatera Utara, Kota Medan, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Kementerian Agama Kota Medan untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang tidak hanya menyentuh aspek ibadah, tetapi juga memberikan penguatan mental dan spiritual bagi masyarakat yang sedang menghadapi ujian berupa sakit. Melalui pendekatan yang humanis, para penyuluh hadir memberikan motivasi, nasihat keagamaan, serta doa agar pasien tetap memiliki harapan dan semangat menjalani proses pengobatan.
Dalam kesempatan itu, para penyuluh mengajak pasien memaknai sakit sebagai ujian dari Allah SWT yang sarat dengan hikmah, bukan sebagai bentuk hukuman. Pasien diberikan penguatan agar senantiasa bersabar, memperbanyak doa, berikhtiar menjalani pengobatan, serta meyakini bahwa setiap ujian yang dihadapi akan menjadi jalan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Salah seorang Penyuluh Agama Islam, M. Iqbal, menjelaskan bahwa pendampingan spiritual memiliki peran penting dalam membantu proses pemulihan pasien. Menurutnya, ketenangan hati dan kekuatan iman menjadi modal utama bagi seseorang untuk menghadapi masa-masa sulit selama menjalani perawatan.
“Kami ingin mengajak setiap pasien untuk memandang sakit sebagai ujian, bukan hukuman. Ketika seseorang mampu bersabar dan tetap bersyukur di tengah cobaan, maka hatinya akan menjadi lebih kuat, lebih tenang, dan semakin dekat kepada Allah SWT. Keyakinan inilah yang kami tanamkan agar pasien tetap optimis menjalani proses penyembuhan,” ujar M. Iqbal.
Ia menambahkan bahwa kehadiran penyuluh di rumah sakit merupakan bentuk pelayanan keagamaan yang bertujuan mendampingi masyarakat pada saat-saat mereka membutuhkan penguatan batin.
“Ikhtiar berobat harus dibarengi dengan ikhtiar spiritual. Ketika hati dipenuhi keyakinan, doa, dan tawakal kepada Allah SWT, insya Allah akan tumbuh semangat baru untuk menghadapi setiap proses penyembuhan. Inilah yang terus kami hadirkan melalui program Penyuluh Bergerak,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim penyuluh juga memberikan motivasi secara langsung kepada pasien, termasuk seorang pasien lanjut usia. Dengan penuh empati, M. Iqbal menyampaikan pesan penguatan yang menyentuh hati.
“Hadapi sakit ini dengan kesabaran ya, Opung. Sakit itu adalah ujian, bukan hukuman. Setiap orang yang akan naik kelas, pasti akan diuji terlebih dahulu.”
Ucapan sederhana tersebut mendapat respons hangat dari pasien dan keluarga yang mendampingi. Pendekatan yang penuh kasih dan perhatian tersebut diharapkan mampu menghadirkan ketenangan batin serta menumbuhkan optimisme dalam menjalani masa pemulihan.
Adapun Penyuluh Agama Islam yang bertugas dalam kegiatan tersebut merupakan tim lintas unsur yang terdiri atas M. Iqbal, Heriansani, Syarifuddin Pasaribu, Wan Nur Ainun, Mahmud Alkausari Pulungan, Mahmud Hasan, Nadiah Masruroh, dan Leonhard.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, penuh kehangatan, dan mendapat sambutan positif dari pasien maupun keluarga. Melalui program Penyuluh Bergerak, Kementerian Agama Kota Medan terus memperkuat peran penyuluh sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Diharapkan, kehadiran para penyuluh tidak hanya menjadi penguat mental dan spiritual pasien, tetapi juga menghadirkan ketenangan hati, memperkokoh keimanan, serta menumbuhkan optimisme dalam menghadapi setiap ujian kehidupan.

