Medan (Humas) – Dalam upaya meningkatkan kompetensi aparatur di bidang komunikasi publik, Penyuluh Agama Islam Fungsional Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas, Dewi Anggraini, S.Ag., mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Public Speaking bagi Penyuluh dan Penghulu ASN di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan (BDK) Keagamaan Medan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting selama dua hari, Selasa hingga Rabu (7–8/7/2026).
Bimtek ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia Kementerian Agama agar mampu memberikan pelayanan, pembinaan, dan edukasi keagamaan secara lebih efektif. Sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat, Penyuluh Agama Islam dan Penghulu dituntut memiliki kemampuan komunikasi yang baik sehingga pesan-pesan keagamaan dapat tersampaikan secara jelas, persuasif, dan mudah dipahami.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Medan, Suhesti Wira Dharma. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kemampuan public speaking merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki aparatur Kementerian Agama, terutama di tengah perkembangan teknologi informasi dan media digital yang semakin pesat.
“Penyuluh dan Penghulu adalah wajah Kementerian Agama di tengah masyarakat. Kemampuan menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan jelas, menarik, dan persuasif sangat menentukan keberhasilan penyampaian program pemerintah serta bimbingan kepada umat,” ujarnya.
Selama dua hari pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi yang aplikatif, mulai dari teknik komunikasi efektif, penguasaan panggung, pengelolaan rasa gugup saat berbicara di depan umum, teknik vokal dan intonasi, hingga strategi menyusun materi penyuluhan yang komunikatif, inspiratif, dan sesuai dengan karakteristik audiens. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan teknik berbicara di depan publik sebagai bentuk penguatan kompetensi.
Usai mengikuti Bimtek, Dewi Anggraini menyampaikan bahwa pelatihan tersebut memberikan banyak wawasan baru yang sangat bermanfaat dalam mendukung tugasnya sebagai Penyuluh Agama Islam. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan penyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat.
“Bimtek ini memberikan banyak pengetahuan dan teknik praktis yang sangat bermanfaat bagi kami sebagai Penyuluh Agama Islam. Kemampuan public speaking bukan hanya tentang berbicara dengan baik, tetapi juga bagaimana menyampaikan pesan keagamaan secara komunikatif, persuasif, dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Insyaallah ilmu yang diperoleh akan saya terapkan dalam setiap kegiatan penyuluhan agar pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas,” ujar Dewi Anggraini.
Ia menambahkan bahwa seorang penyuluh tidak hanya dituntut menguasai materi keagamaan, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang humanis, inspiratif, dan mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi melalui berbagai pelatihan menjadi kebutuhan yang harus terus dilakukan.
Secara terpisah, Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, M.A., mengapresiasi keikutsertaan Dewi Anggraini dalam Bimtek tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas aparatur merupakan investasi penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi keikutsertaan Penyuluh Agama Islam KUA Medan Amplas dalam Bimtek Public Speaking ini. Kompetensi komunikasi merupakan salah satu bekal utama bagi penyuluh dalam menjalankan tugas pembinaan umat. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam setiap kegiatan penyuluhan sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin efektif, komunikatif, dan memberikan dampak yang nyata,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa KUA Kecamatan Medan Amplas akan terus mendorong seluruh aparatur untuk mengikuti berbagai program pengembangan kompetensi sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan publik.
“Peningkatan kapasitas sumber daya manusia harus dilakukan secara berkelanjutan. Aparatur yang profesional, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman akan semakin optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung Kemenag Berdampak melalui pelayanan yang berkualitas, responsif, dan semakin dekat dengan masyarakat,” tutupnya.
Melalui keikutsertaan dalam Bimtek Public Speaking ini, diharapkan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Amplas semakin percaya diri dan profesional dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan, sehingga pembinaan umat dapat terlaksana secara efektif serta mampu mendukung terwujudnya pelayanan keagamaan yang berkualitas, inklusif, dan berdampak bagi masyarakat.

