Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Amplas, Dewi Anggraini, S.Ag., mengisi dialog interaktif di Radio Republik Indonesia (RRI) Medan pada Kamis (16/7) sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan dakwah melalui media penyiaran. Dalam siaran tersebut, ia mengangkat tema “Husnudzon: Berprasangka Baik kepada Ketetapan Allah SWT” sebagai penguatan nilai-nilai keimanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen penyuluh agama dalam menghadirkan layanan pembinaan keagamaan yang mudah diakses oleh masyarakat.
Melalui siaran yang disiarkan secara langsung, Dewi Anggraini mengajak masyarakat untuk memahami bahwa sikap husnudzon kepada Allah SWT merupakan salah satu bentuk keimanan yang mampu menghadirkan ketenangan hati di tengah berbagai ujian kehidupan. Menurutnya, setiap ketetapan Allah mengandung hikmah yang harus disikapi dengan kesabaran, ikhtiar, dan keyakinan penuh kepada-Nya. Ia juga mengingatkan bahwa seorang mukmin hendaknya tidak mudah berputus asa ketika menghadapi cobaan, karena setiap peristiwa yang terjadi berada dalam ketentuan dan kasih sayang Allah SWT.
“Setiap ketetapan yang Allah berikan kepada hamba-Nya, baik berupa nikmat maupun ujian, pasti memiliki hikmah yang mendalam. Tugas kita sebagai hamba adalah terus berikhtiar, berdoa, dan menanamkan keyakinan bahwa rencana Allah adalah yang terbaik untuk kita. Dengan husnudzon, hati akan menjadi lebih tenang, terhindar dari keputusasaan, serta semakin yakin bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya,” ujar Dewi Anggraini, S.Ag.
Ia menambahkan bahwa husnudzon bukan berarti seseorang hanya menerima keadaan tanpa usaha. Menurutnya, seorang muslim tetap harus berikhtiar secara maksimal, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT dengan penuh keyakinan. “Ketika kita sudah berusaha dan berdoa, maka langkah berikutnya adalah bertawakal. Husnudzon mengajarkan kita untuk percaya bahwa apa pun hasilnya adalah yang terbaik menurut Allah SWT, meskipun terkadang belum sesuai dengan keinginan kita,” tambah Dewi Anggraini.
Pemanfaatan media radio sebagai sarana penyuluhan menjadi salah satu langkah strategis dalam menjangkau masyarakat yang lebih luas. Melalui media penyiaran, pesan-pesan keagamaan dapat diterima oleh berbagai kalangan sehingga dakwah tidak hanya dilakukan melalui majelis taklim, tetapi juga hadir di ruang-ruang publik yang mudah diakses oleh masyarakat. Kehadiran penyuluh agama di media massa diharapkan mampu memberikan edukasi keagamaan yang menyejukkan, mencerahkan, dan relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
Ia juga menjelaskan bahwa sikap husnudzon tidak hanya memperkuat hubungan seorang hamba dengan Allah SWT, tetapi juga mendorong seseorang untuk memiliki prasangka baik kepada sesama sehingga tercipta kehidupan yang harmonis, saling menghargai, dan penuh kasih sayang. Menurutnya, membiasakan berpikir positif terhadap orang lain dapat mengurangi prasangka buruk yang berpotensi merusak hubungan sosial. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang rukun dan penuh toleransi.
Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hasibuan, M.A., mengapresiasi kegiatan penyuluhan melalui RRI Medan tersebut. Menurutnya, inovasi penyuluhan melalui media massa merupakan langkah positif dalam memperluas jangkauan dakwah dan memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Ia menilai media radio masih memiliki peran penting sebagai sarana edukasi yang mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat secara efektif.
“Kami sangat mengapresiasi langkah positif yang dilakukan oleh Ibu Dewi Anggraini. Penyuluhan melalui RRI ini menunjukkan bahwa penyuluh agama terus aktif, kreatif, dan adaptif dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan. Semoga pesan tentang pentingnya husnudzon dapat memberikan manfaat dan menginspirasi masyarakat untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ungkap H. Muhammad Lukman Hasibuan, M.A.
Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Amplas terus berkomitmen menghadirkan pembinaan keagamaan yang edukatif, menyejukkan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat melalui berbagai media. Pemanfaatan media penyiaran diharapkan dapat semakin memperluas jangkauan syiar Islam sekaligus memperkuat peran penyuluh agama sebagai mitra masyarakat dalam memberikan pencerahan keagamaan. Dengan demikian, nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin dapat tersampaikan secara lebih luas dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

