Medan (Humas) – Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Kristen terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Salah satu bentuk nyata pelayanan tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan rohani bagi warga binaan perempuan di Rumah Tahanan (Rutan), Senin (20/7/2026), sebagai upaya menumbuhkan pengharapan, memperkuat iman, serta membangun karakter yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan.
Kegiatan yang merupakan program rutin dua kali setiap bulan ini menjadi ruang bagi para warga binaan untuk memperoleh penguatan spiritual di tengah berbagai tantangan yang mereka hadapi. Melalui ibadah bersama, penyampaian firman Tuhan, doa, pujian, dan persekutuan, para penyuluh berupaya menghadirkan suasana yang menenangkan sekaligus memberikan motivasi agar warga binaan tetap memiliki harapan dalam menjalani kehidupan.
Ibadah berlangsung dengan penuh khidmat dan sukacita. Firman Tuhan diambil dari Yohanes 15:1–8 dengan tema tentang Yesus sebagai Pokok Anggur yang Benar. Dalam khotbahnya, Verawati Butar Butar, M.Pd., mengajak seluruh warga binaan untuk tetap tinggal di dalam kasih Tuhan agar mampu menghasilkan buah kehidupan yang baik, meskipun sedang berada dalam situasi yang penuh keterbatasan.
Menurutnya, setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah dan memulai kehidupan yang lebih baik ketika mau membuka hati serta menyerahkan hidup kepada Tuhan. Tidak ada seorang pun yang kehilangan harapan selama masih memiliki iman dan kemauan untuk memperbaiki diri. “Tuhan tidak pernah meninggalkan setiap orang yang datang kepada-Nya dengan hati yang tulus. Masa lalu bukanlah akhir dari segalanya. Melalui firman Tuhan ini kami ingin mengajak seluruh warga binaan untuk tetap memiliki pengharapan, karena Tuhan sanggup memulihkan kehidupan setiap orang yang mau bertobat dan hidup di dalam kasih-Nya,” tutur Verawati.
Ia menambahkan bahwa pelayanan di rumah tahanan bukan sekadar memenuhi jadwal pembinaan rohani, melainkan sebuah panggilan untuk menghadirkan kasih Tuhan kepada mereka yang sedang membutuhkan perhatian dan penguatan. “Melalui pelayanan yang kami lakukan secara rutin ini, kami ingin menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri. Kami berharap firman Tuhan yang disampaikan dapat menguatkan iman, memberikan pengharapan, serta memotivasi mereka untuk terus memperbaiki diri. Perhatian sederhana yang kami hadirkan kiranya menjadi bukti bahwa kasih Tuhan tetap menyertai mereka dalam setiap proses kehidupan,” lanjutnya.
Jalannya ibadah dipandu oleh Junita Tumanggor sebagai pembawa acara, sementara doa syafaat dipimpin oleh Devy Purba dan doa berkat sekaligus penutup disampaikan oleh Saronisa Ginting. Seluruh rangkaian ibadah berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, diwarnai pujian dan doa yang memberikan ketenangan serta sukacita bagi para peserta.
Sebagai ungkapan kasih, tim Penyuluh Agama Kristen juga membagikan makanan yang dipersiapkan secara gotong royong kepada seluruh warga binaan yang mengikuti ibadah. Kebersamaan sederhana tersebut menjadi wujud nyata kepedulian dan pelayanan yang tidak hanya menyentuh kebutuhan rohani, tetapi juga menghadirkan kehangatan serta rasa diperhatikan bagi para warga binaan.
Pelayanan ini dilaksanakan oleh tim Penyuluh Agama Kristen yang beranggotakan 11 orang di bawah koordinasi Verawati Butar Butar, M.Pd. Sinergi dan semangat kebersamaan seluruh anggota tim menjadi kekuatan dalam menghadirkan pelayanan yang humanis, penuh empati, serta mampu menjangkau mereka yang membutuhkan pendampingan rohani.
Verawati berharap kegiatan pembinaan rohani yang dilaksanakan secara berkesinambungan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan. Menurutnya, perubahan sejati dimulai dari hati yang diperbarui melalui firman Tuhan dan diwujudkan dalam sikap hidup sehari-hari. “Kami percaya bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk bangkit dan menjadi pribadi yang lebih baik. Karena itu, kami akan terus hadir mendampingi mereka melalui pelayanan rohani agar semangat, iman, dan harapan tetap tumbuh. Kiranya ketika kembali ke tengah masyarakat nanti, mereka dapat menjadi pribadi yang membawa damai, hidup benar, dan memberi manfaat bagi keluarga maupun lingkungan sekitarnya,” pungkasnya.
Melalui pelayanan yang dilakukan secara konsisten, Kementerian Agama Kota Medan terus memperkuat perannya dalam menghadirkan pembinaan keagamaan yang inklusif, humanis, dan berdampak. Pendampingan spiritual di rumah tahanan diharapkan mampu menjadi sarana pemulihan batin, memperkokoh nilai-nilai keimanan, serta membangun optimisme warga binaan untuk menata masa depan yang lebih baik dengan berlandaskan kasih dan pengharapan kepada Tuhan.

