BRUS di MTs YPIM Miftahussalam, Penyuluh KUA Medan Sunggal Bekali Remaja dengan Nilai Akhlak Mulia

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., memberikan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) kepada siswa MTs YPIM Miftahussalam yang beralamat di Jalan Darussalam Nomor 26, Sei Sikambing D, Kota Medan, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini didampingi oleh Penyuluh Agama Islam KUA Medan Barat, H. Abdullah Hakim, S.Ag., dan Penyuluh Agama Islam KUA Medan Kota, Syahmuda, S.Ag. Turut hadir Kepala Madrasah, para guru, staf pengajar, serta seluruh siswa MTs YPIM Miftahussalam.

Kegiatan dibuka oleh Kepala MTs YPIM Miftahussalam, H. Sasra, yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran para penyuluh agama dari Kementerian Agama Kota Medan. Ia mengajak seluruh siswa untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh agar ilmu dan nasihat yang disampaikan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pembinaan karakter dan akhlak menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Selanjutnya, Abdullah Hakim, memperkenalkan para penyuluh yang hadir sekaligus menjelaskan tujuan pelaksanaan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Ia menerangkan bahwa BRUS merupakan salah satu program Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama yang dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai daerah di Indonesia sebagai upaya membina karakter, moral, dan spiritual generasi muda agar mampu menghadapi tantangan zaman dengan berpegang teguh pada nilai-nilai agama.

Dalam materinya, Paidi, menjelaskan pentingnya menanamkan akhlakul karimah sejak usia sekolah. Ia menerangkan bahwa akhlak mulia adalah sifat yang tertanam dalam jiwa sehingga melahirkan perilaku baik secara spontan tanpa harus dipikirkan terlebih dahulu. Menurutnya, inti dari akhlak mulia adalah membiasakan diri berbuat baik, berkata santun, menghormati orang tua dan guru, serta menjauhi segala bentuk perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Paidi juga mengingatkan bahwa kecerdasan dan pendidikan yang tinggi tidak akan bernilai apabila tidak diiringi dengan akhlak yang baik. Ia menegaskan bahwa lisan yang santun, sikap yang rendah hati, dan perilaku yang penuh kasih sayang merupakan cerminan seorang muslim yang berakhlak mulia. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW, “Innamā bu’itstu liutammima makārimal akhlāq” yang berarti, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa tujuan utama diutusnya Nabi Muhammad SAW adalah membimbing umat menuju akhlak yang luhur, “Setinggi apa pun pendidikan dan kecerdasan yang kita miliki, semuanya akan sempurna apabila dihiasi dengan akhlak yang mulia. Karena akhlak yang baik adalah identitas seorang muslim dan menjadi bekal utama dalam kehidupan bermasyarakat.” ujar Paidi

Kegiatan BRUS ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Syahmuda, S.Ag., dalam suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan. Para siswa mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias dan diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Melalui kegiatan ini, KUA Medan Sunggal bersama para penyuluh agama terus berkomitmen membina generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal menegaskan pentingnya pembinaan akhlakul karimah sebagai fondasi utama pembentukan karakter generasi muda. Dengan menanamkan nilai-nilai kesantunan, kejujuran, tanggung jawab, dan keteladanan sejak dini, diharapkan para pelajar mampu menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga berakhlak mulia sesuai tuntunan Rasulullah SAW.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *