Tingkatkan Kompetensi Dirigen Liturgi, Penyuluh Agama Katolik Medan Perkuat Kualitas Pelayanan di Stasi Santa Faustina

Medan (Humas) – Dalam rangka mewujudkan Kementerian Agama Berdampak melalui peningkatan kualitas pelayanan keagamaan, Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Leonhard Hutagalung dan Marulam Nainggolan, memberikan pelatihan kepada para petugas liturgi, khususnya dirigen, usai Perayaan Ekaristi di Stasi Santa Faustina, Paroki Pulo Brayan Bengkel, Medan, Minggu (26/07/2026).

Kegiatan pembinaan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama Kota Medan dalam meningkatkan kapasitas sumber daya umat, khususnya para pelayan liturgi, agar mampu menjalankan tugasnya secara profesional, penuh penghayatan, dan sesuai dengan tata perayaan liturgi Gereja Katolik. Melalui pelatihan yang dilaksanakan secara berkesinambungan, diharapkan kualitas pelayanan liturgi di setiap stasi semakin baik serta mampu menghadirkan suasana ibadah yang khidmat dan bermakna bagi seluruh umat.

Dalam pelatihan tersebut, Leonhard Hutagalung dan Marulam Nainggolan memberikan materi mengenai teknik dasar memimpin nyanyian liturgi, mulai dari aba-aba pembuka, aba-aba penutup, sikap tubuh seorang dirigen, hingga penerapan pola birama lagu 4/4. Materi tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga disertai praktik langsung sehingga para peserta dapat memahami dan menguasai teknik memimpin koor secara tepat.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusias. Para peserta secara bergantian mempraktikkan teknik dirigen di hadapan penyuluh dan peserta lainnya. Setiap gerakan kemudian dievaluasi dan diberikan masukan agar semakin sesuai dengan kaidah memimpin nyanyian liturgi. Diskusi yang hangat dan semangat belajar para peserta menunjukkan kesungguhan umat dalam meningkatkan kualitas pelayanan di gereja.

Leonhard Hutagalung menegaskan bahwa seorang dirigen memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung kekhidmatan perayaan liturgi. Menurutnya, kemampuan seorang dirigen tidak hanya diukur dari ketepatan gerakan, tetapi juga dari kemampuannya membangun kekompakan antara organis, koor, dan seluruh umat yang mengikuti perayaan.

“Dirigen memiliki peran penting dalam membangun kekompakan umat saat bernyanyi. Melalui pelatihan ini, kami berharap para petugas semakin percaya diri, memahami teknik memimpin yang benar, serta mampu menghadirkan suasana liturgi yang tertib, khidmat, dan penuh penghayatan,” ujar Leonhard Hutagalung.

Ia menambahkan bahwa pelayanan liturgi merupakan bentuk pelayanan kepada Tuhan yang harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh. Oleh karena itu, setiap petugas liturgi perlu terus belajar dan mengembangkan kompetensinya agar pelayanan yang diberikan semakin berkualitas.

“Setiap gerakan dirigen memiliki makna dan fungsi dalam memandu umat. Ketika seorang dirigen memimpin dengan baik, umat akan lebih mudah mengikuti nyanyian sehingga perayaan liturgi berlangsung lebih hidup dan membantu seluruh umat berdoa dengan lebih khusyuk,” tambahnya.

Sementara itu, Marulam Nainggolan menekankan pentingnya pembinaan yang berkelanjutan sebagai investasi bagi peningkatan kualitas pelayanan liturgi di lingkungan gereja. Menurutnya, pelatihan semacam ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat semangat pelayanan para petugas liturgi.

“Pembinaan yang berkesinambungan akan melahirkan petugas liturgi yang kompeten, disiplin, dan siap melayani. Semoga ilmu yang diperoleh pada pelatihan ini dapat diterapkan dalam setiap perayaan Ekaristi sehingga pelayanan liturgi semakin berkualitas dan memuliakan Tuhan,” ungkap Marulam Nainggolan.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus berlatih dan saling mendukung dalam mengembangkan kemampuan memimpin nyanyian liturgi. Menurutnya, pelayanan yang dilakukan dengan ketulusan hati dan kompetensi yang baik akan menjadi berkat bagi umat serta memperkuat kehidupan menggereja.

Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan terus memperkuat perannya sebagai pembina umat dengan menghadirkan pelatihan-pelatihan yang relevan dan berdampak. Diharapkan para petugas dirigen di Stasi Santa Faustina semakin siap menjalankan tugas pelayanan liturgi secara profesional, penuh semangat, dan menjadi penggerak terciptanya perayaan Ekaristi yang khidmat, tertib, dan bermakna bagi seluruh umat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *