Medan (Humas) – Dalam rangka memperingati Hari Kakek Nenek Sedunia Tahun 2026, Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Roni Antonius Sitanggang, menyampaikan Katekese Lima Menit dengan tema “Pesan Paus Leo XIV pada Hari Kakek Nenek Sedunia” pada Minggu (26/07/2026) pukul 09.45 WIB. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebelum Perayaan Ekaristi di Gereja Katolik Stasi Santo Fransiskus Xaverius Sunggal, Jalan Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, sebagai bagian dari pembinaan iman umat yang rutin dilaksanakan menjelang Misa.
Katekese Lima Menit menjadi sarana untuk menyampaikan pesan-pesan iman secara singkat, padat, dan mudah dipahami oleh umat. Pada kesempatan tersebut, Roni Antonius Sitanggang mengajak umat untuk semakin menyadari pentingnya kehadiran kakek dan nenek sebagai pilar keluarga yang memiliki peran besar dalam mewariskan iman, nilai-nilai kehidupan, dan semangat kasih kepada generasi muda. Melalui pengalaman hidup, doa, serta keteladanan yang mereka miliki, para lanjut usia menjadi saksi nyata penyertaan Tuhan dalam perjalanan hidup keluarga.
Dalam penyampaiannya, Roni mengulas pesan Paus Leo XIV yang mengajak seluruh umat beriman untuk menghormati, mengasihi, dan mendampingi para lanjut usia. Menurutnya, kakek dan nenek bukanlah kelompok yang harus dipinggirkan, melainkan pribadi-pribadi yang memiliki kebijaksanaan, pengalaman, dan kesetiaan iman yang sangat berharga untuk diwariskan kepada anak, cucu, dan generasi penerus.
“Hari Kakek Nenek Sedunia mengingatkan kita bahwa para lanjut usia memiliki tempat yang istimewa dalam keluarga dan Gereja. Mereka adalah pewaris iman yang patut dihormati, didengarkan, dan didampingi agar kasih Allah semakin nyata dalam kehidupan setiap keluarga,” ujar Roni Antonius Sitanggang.
Ia menambahkan bahwa keluarga Katolik hendaknya membangun hubungan yang harmonis antar-generasi melalui perhatian, komunikasi yang hangat, serta doa bersama. Kehadiran kakek dan nenek tidak hanya sebagai penerima kasih sayang dari anak dan cucu, tetapi juga tetap memiliki panggilan untuk mewartakan Injil melalui teladan hidup, nasihat yang bijaksana, dan doa yang tak putus-putus bagi keluarga.
“Jangan biarkan para kakek dan nenek merasa sendiri atau dilupakan. Kehadiran mereka adalah berkat yang memperkaya kehidupan keluarga. Ketika kita meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita, menemani, dan mendoakan mereka, sesungguhnya kita sedang menghadirkan kasih Allah di tengah keluarga,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Roni mengajak umat untuk memaknai tema Hari Kakek Nenek Sedunia Tahun 2026, “Aku tidak akan melupakan engkau” (Yesaya 49:15), sebagai panggilan untuk membangun budaya peduli terhadap para lanjut usia. Menurutnya, sebagaimana Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya, demikian pula setiap orang beriman dipanggil untuk selalu menghargai, merawat, dan mendampingi para kakek dan nenek dengan penuh kasih.
“Pesan Paus Leo XIV mengingatkan kita bahwa tidak seorang pun boleh merasa terlupakan, terutama mereka yang telah mengabdikan hidupnya bagi keluarga dan Gereja. Menghormati kakek dan nenek bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga wujud nyata pengamalan iman dan kasih kepada sesama,” tambahnya.
Melalui kegiatan Katekese Lima Menit ini, Kementerian Agama Kota Medan terus memperkuat peran Penyuluh Agama Katolik dalam memberikan pembinaan keagamaan yang relevan dan berdampak bagi umat. Diharapkan pesan yang disampaikan mampu menumbuhkan kesadaran seluruh umat untuk semakin menghargai peran para lanjut usia, mempererat hubungan antar-generasi, serta membangun keluarga-keluarga Katolik yang penuh kasih, saling menghormati, dan setia menghidupi nilai-nilai Injil dalam kehidupan sehari-hari.

