Medan (Humas) – Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Roni Antonius Sitanggang, memberikan pendampingan kepada para petugas lektor pada Sabtu, 25 Juli 2026, pukul 10.00 WIB di Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal yang beralamat di Jl. Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan petugas lektor agar dapat melaksanakan tugas pelayanan Sabda Allah dalam Perayaan Ekaristi dengan baik dan penuh penghayatan.
Dalam kegiatan tersebut, Roni Antonius Sitanggang mengajak para lektor untuk mendalami bacaan Kitab Suci yang akan dibacakan dalam Perayaan Ekaristi, yaitu 1 Raja-raja 3:5, 7–12 dan Roma 8:28–30. Selain mempersiapkan teknik membaca yang baik, para peserta juga diajak memahami pesan rohani yang terkandung dalam setiap bacaan sehingga pewartaan Sabda Allah dapat disampaikan dengan penuh keyakinan dan penghayatan.
Pada refleksinya, Roni menjelaskan bahwa bacaan pertama mengisahkan Raja Salomo yang memohon hati yang bijaksana kepada Allah untuk memimpin umat-Nya. Sikap Salomo menjadi teladan bagi setiap pelayan liturgi agar tidak mengandalkan kemampuan pribadi semata, melainkan selalu memohon hikmat dan bimbingan Tuhan dalam setiap tugas pelayanan.
Sementara itu, melalui bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma, para lektor diajak menyadari bahwa Allah senantiasa bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya. Oleh karena itu, seorang lektor dipanggil untuk melayani dengan kesetiaan, kerendahan hati, dan keyakinan bahwa pelayanan Sabda merupakan bagian dari panggilan Allah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Roni Antonius Sitanggang juga menegaskan bahwa tugas seorang lektor bukan sekadar membacakan teks Kitab Suci, melainkan menjadi pewarta Sabda Allah yang mampu menghadirkan suasana doa dan membantu umat menghayati pesan Tuhan. Karena itu, setiap lektor hendaknya senantiasa mempersiapkan diri melalui doa, latihan yang tekun, serta menjaga kehidupan iman agar pelayanan yang diberikan menjadi kesaksian nyata tentang kasih dan penyertaan Allah di tengah Gereja.
Melalui kegiatan persiapan ini, diharapkan para petugas lektor semakin siap menjalankan tugas pewartaan Sabda Allah dalam Perayaan Ekaristi. Dengan persiapan yang matang, baik secara teknis maupun rohani, para lektor diharapkan mampu membacakan Kitab Suci dengan jelas, penuh penghayatan, serta menjadi saksi iman yang menghadirkan Sabda Allah bagi seluruh umat yang mengikuti Perayaan Ekaristi.(RAS/PAI).

