Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal Sampaikan Katekese Tanda Salib dalam Peringatan Hari Anak Nasional

Medan (Humas) – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Anak Bina Iman Anak (BIA) se-Paroki Hayam Wuruk Medan mengikuti kegiatan pembinaan iman pada Minggu, 26 Juli 2026, pukul 15.00 WIB di Gereja Katolik Stasi St. Yosef Mansyur yang beralamat di Jl. Dr. Mansyur No. 75, Kelurahan Padang Bulan Kota Medan. Kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh sukacita dengan diikuti oleh anak-anak dari berbagai stasi di wilayah paroki.

Pada kesempatan tersebut, Roni Antonius Sitanggang selaku Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal menyampaikan materi tentang “Membuat Tanda Salib”. Melalui penyampaian yang disesuaikan dengan usia anak-anak, peserta diajak memahami bahwa Tanda Salib bukan sekadar gerakan yang dilakukan sebelum dan sesudah berdoa, tetapi merupakan ungkapan iman kepada Allah Tritunggal: Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

Dalam penjelasannya, Roni Antonius Sitanggang mengajarkan tata cara membuat Tanda Salib yang benar serta makna rohani di balik setiap gerakan. Anak-anak diajak menyadari bahwa Tanda Salib mengingatkan setiap orang akan kasih Allah yang dinyatakan melalui wafat dan kebangkitan Yesus Kristus. Oleh karena itu, Tanda Salib hendaknya dilakukan dengan penuh hormat, khusyuk, dan kesadaran akan kehadiran Tuhan.

Selain memberikan materi, kegiatan juga diisi dengan praktik bersama membuat Tanda Salib, tanya jawab, serta berbagai aktivitas yang melibatkan anak-anak secara aktif. Suasana yang hangat dan menyenangkan membuat peserta semakin antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Melalui pendekatan yang sederhana dan interaktif, anak-anak didorong untuk semakin mencintai doa dan berani mengungkapkan imannya dalam kehidupan sehari-hari.

Roni Antonius Sitanggang juga mengajak para orang tua, pendamping BIA, dan para guru Sekolah Minggu untuk terus membimbing anak-anak dalam membiasakan diri membuat Tanda Salib dengan benar dalam setiap kesempatan, baik saat memulai maupun mengakhiri doa, sebelum belajar, maupun dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Menurutnya, pembiasaan sejak usia dini akan membantu anak-anak semakin menghayati kehadiran Tuhan dalam hidup mereka serta menumbuhkan sikap hormat, disiplin, dan rasa syukur sebagai wujud iman yang terus bertumbuh.

Melalui kegiatan Hari Anak Nasional ini, diharapkan Anak Bina Iman Anak (BIA) se-Paroki Hayam Wuruk Medan semakin memahami makna Tanda Salib sebagai identitas dan ungkapan iman seorang Katolik. Pembinaan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai iman sejak usia dini sehingga anak-anak dapat bertumbuh menjadi pribadi yang beriman, berkarakter, dan mencintai Gereja serta siap menjadi generasi penerus yang setia kepada Kristus.(RAS/PAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *