Melalui Majelis Dzikir Ar Raudhah, Penyuluh KUA Medan Sunggal Sampaikan Keutamaan Zikir

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag, menyampaikan tausiyah dalam kegiatan Majelis Dzikir Ar Raudhah Provinsi Sumatera Utara yang dilaksanakan di Masjid Al-Hidayah, Jalan Sei Mencirim, Sunggal, pada Minggu (26/7/2026). Tausiyah mengangkat tema “Keutamaan Zikir” dan dihadiri Ketua Majelis Dzikir Ar Raudhah, Muhammad Taufik Nasution, beserta para jamaah yang mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Dhuha secara mandiri, kemudian dilanjutkan dengan salat Tasbih dan zikir bersama. Setelah itu, acara ditutup dengan tausiyah agama yang mengajak jamaah untuk semakin mencintai amalan zikir sebagai salah satu ibadah yang ringan dilakukan, namun memiliki pahala dan keutamaan yang sangat besar di sisi Allah SWT.

Dalam tausiyahnya, Paidi menjelaskan bahwa zikir merupakan amalan yang sederhana, dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, tetapi memiliki nilai yang sangat berat dalam timbangan amal pada hari kiamat. Menurutnya, seorang muslim hendaknya membiasakan lisannya senantiasa mengingat Allah agar memperoleh ketenangan hidup serta keberkahan dalam menjalani berbagai aktivitas sehari-hari.

Paidi juga menguraikan beberapa keutamaan bagi orang yang senantiasa berzikir. Pertama, Allah akan memberikan ketenangan hati sehingga hidup menjadi damai, tenteram, dan bahagia. Kedua, Allah akan memudahkan berbagai urusan kehidupan serta memberikan pertolongan dalam menghadapi berbagai persoalan dan ujian yang dihadapi di dunia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa orang yang istiqamah berzikir akan memiliki hati yang hidup sehingga tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang buruk. Sebagai ilustrasi, Paidi mengibaratkan ikan yang hidup bertahun-tahun di air laut yang asin, namun ketika dimasak dagingnya tetap terasa tawar dan tidak menjadi asin.

Perumpamaan tersebut menggambarkan bahwa hati yang hidup karena zikir akan tetap terjaga meskipun berada di tengah lingkungan yang kurang baik.
“Amalan zikir adalah amalan yang sangat ringan untuk dikerjakan, tetapi sangat berat timbangannya di akhirat. Orang yang senantiasa berzikir akan memperoleh hati yang tenang, dimudahkan urusannya oleh Allah SWT, dan memiliki hati yang hidup sehingga tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang buruk,” ujar Paidi.

Melalui kegiatan Majelis Dzikir Ar Raudhah, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal mengajak masyarakat untuk menjadikan zikir sebagai amalan rutin dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memperbanyak mengingat Allah SWT, seorang muslim diharapkan memperoleh ketenangan batin, kemudahan dalam berbagai urusan, serta memiliki hati yang kuat dan istiqamah dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *