Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag, menyampaikan tausiyah usai salat Subuh berjamaah di Masjid An-Nur, Jalan Budi Luhur Nomor 75A, Kelurahan Sei Sikambing C II, Kota Medan, pada Minggu (26/7/2026). Tausiyah tersebut mengangkat tema “Keutamaan Orang-Orang yang Bertakwa” dan dihadiri Ketua BKM Masjid An-Nur, Nizamul Malik, para pengurus BKM, serta jamaah yang mengikuti pengajian dengan penuh antusias.
Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Ketua BKM Masjid An-Nur, Nizamul Malik, selaku moderator. Setelah itu, Paidi menyampaikan materi pembinaan yang menjelaskan berbagai keutamaan yang Allah SWT janjikan kepada hamba-Nya yang bertakwa. Ia mengajak jamaah untuk terus meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan melalui ketaatan menjalankan perintah Allah serta menjauhi segala larangan-Nya.
Dalam tausiyahnya, Paidi menjelaskan bahwa orang yang bertakwa akan memperoleh berbagai kemuliaan sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Pertama, Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan yang dihadapi. Kedua, Allah akan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Ketiga, Allah akan memudahkan segala urusan, baik urusan dunia maupun urusan akhirat, sehingga kehidupan menjadi lebih berkah dan penuh pertolongan dari Allah SWT.
“Allah telah menjanjikan kepada hamba-Nya yang bertakwa jalan keluar dari setiap kesulitan, rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka, serta kemudahan dalam setiap urusan. Karena itu, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujar Paidi di hadapan jamaah.
Paidi juga menambahkan bahwa keutamaan orang bertakwa tidak hanya dirasakan ketika hidup di dunia, tetapi juga pada kehidupan akhirat. Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa mereka, menghapus kesalahan yang pernah dilakukan, serta memberikan balasan berupa surga sebagai tempat tinggal yang penuh kenikmatan. Menurutnya, janji Allah tersebut menjadi motivasi bagi setiap muslim untuk terus memperbaiki amal ibadah dan akhlaknya.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Salah seorang jamaah bernama Ridwan mengajukan pertanyaan mengenai kehidupan suami istri di surga, khususnya apakah setelah berhubungan suami istri penghuni surga diwajibkan mandi seperti di dunia. Menjawab pertanyaan tersebut, Paidi menjelaskan bahwa di surga tidak terdapat najis sebagaimana di dunia. Ia menerangkan bahwa segala sesuatu di surga berada dalam keadaan suci, bahkan yang keluar dari hubungan suami istri menjadi harum seperti kasturi. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan sarapan bersama sebagai bentuk mempererat ukhuwah Islamiyah antara pengurus masjid dan jamaah.
Melalui pembinaan di Masjid An-Nur, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal mengajak jamaah untuk menjadikan ketakwaan sebagai bekal utama dalam menjalani kehidupan. Orang yang bertakwa akan memperoleh pertolongan Allah berupa jalan keluar dari kesulitan, rezeki yang tidak disangka-sangka, kemudahan dalam urusan, ampunan dosa, serta balasan surga di akhirat. Kegiatan yang diakhiri dengan dialog interaktif dan kebersamaan ini diharapkan semakin memperkuat pemahaman keagamaan serta semangat jamaah dalam meningkatkan kualitas iman dan amal saleh.(Paidi).

