Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan rohani kepada pasien rawat inap di Rumah Sakit USU Medan, Jalan Dr. Mansyur Nomor 66, Kelurahan Merdeka, Kota Medan, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut turut melibatkan sejumlah penyuluh agama Islam dari beberapa KUA di lingkungan Kementerian Agama Kota Medan, yakni Nurbaiti Lubis, Eliza Purba, Abdul Majid, Affan Sihite, Marliani, dan Fauzani Masruri.
Dalam pelaksanaannya, para penyuluh membagi tugas menjadi dua kelompok. Kelompok pertama yang terdiri dari Paidi, Nurbaiti Lubis, dan Abdul Majid memberikan bimbingan kepada pasien beragama Islam yang menjalani perawatan di lantai 4. Sementara itu, kelompok kedua yang terdiri dari Affan Sihite, Marliani, Eliza Purba, dan Fauzani Masruri memberikan bimbingan rohani kepada pasien di lantai 5. Para penyuluh mendatangi pasien dari satu ruangan ke ruangan lainnya dengan memberikan motivasi, penguatan spiritual, serta semangat agar pasien tetap optimis menjalani proses pengobatan dan berharap dapat segera kembali berkumpul bersama keluarga.
Paidi dalam penyampaiannya mengingatkan para pasien bahwa kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari cobaan dan ujian dari Allah SWT. Menurutnya, ujian tidak hanya berupa kemewahan, jabatan, maupun harta yang melimpah, tetapi juga dapat berupa penyakit yang menimpa seseorang. “Ketika Allah SWT memberikan penyakit kepada kita, maka yang pertama harus dilakukan adalah bersabar menerima takdir Allah SWT, kedua yakin bahwa ujian ini akan berlalu dengan kesembuhan, dan ketiga senantiasa berdoa kepada Allah SWT yang memberikan penyakit sekaligus memberikan obatnya,” ujar Paidi.
Sementara itu, Nurbaiti Lubis menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari ikhtiar manusia dalam menjalani kehidupan. Ia mengingatkan pasien agar senantiasa memperhatikan kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan yang halal dan bergizi, serta memilih minuman yang baik dan tidak mengandung zat yang dapat membahayakan kesehatan tubuh. “Kesehatan harus senantiasa dijaga, mulai dari menjaga kebersihan ruangan, mengonsumsi makanan yang halal dan bergizi, serta memilih minuman yang baik agar tidak merusak kesehatan tubuh,” papar Nurbaiti Lubis.
Bimbingan kemudian dilanjutkan dengan penguatan mental dan spiritual kepada pasien serta keluarga yang mendampingi. Para penyuluh mengajak pasien untuk tetap berprasangka baik kepada Allah SWT, memperbanyak doa, bersabar, dan terus mengikuti proses pengobatan yang sedang dijalani. Abdul Majid juga mengajak pasien untuk senantiasa melakukan muhasabah diri serta mendekatkan diri kepada Allah SWT di tengah kondisi sakit. “Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan kepada seluruh pasien dan memberikan ketabahan serta kesabaran kepada keluarga yang setia mendampingi,” tutur Abdul Majid.
Kegiatan bimbingan dan penyuluhan rohani tersebut menjadi bagian dari upaya penyuluh agama Kementerian Agama Kota Medan dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat, termasuk kepada pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Melalui pendampingan tersebut, pasien diharapkan tidak hanya mendapatkan pengobatan secara medis, tetapi juga memperoleh ketenangan batin, kekuatan iman, kesabaran, dan motivasi untuk menghadapi masa pemulihan. Doa, kesabaran, ikhtiar, dan keyakinan kepada Allah SWT menjadi bekal penting bagi pasien dalam menjalani ujian sakit hingga memperoleh kesembuhan dan kembali berkumpul bersama keluarga.(Paidi).

