Medan (Humas) — Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Yose Rizal, S.Ag., M.M., membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) KBC yang diselenggarakan Pengurus Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kecamatan Medan Marelan, Selasa (11/8/2026). Kegiatan yang diikuti sebanyak 150 kepala dan guru Raudhatul Athfal (RA) se-Kecamatan Medan Marelan tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan kompetensi pendidik dalam menghadirkan pembelajaran yang berkualitas bagi anak usia dini.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Kemenag Kota Medan, Sariyanto, bersama Pengawas Madrasah Kecamatan Medan Marelan, Hj. Hayatun Mardiyah, M.Pd., Endan Nuraida, S.Pd., dan Hj. Desy Yudiana, M.M. Hadir pula Ketua IGRA Kecamatan Medan Marelan sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Hj. Purnama, M.Pd., serta narasumber dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Medan, Widia Swara dan Hj. Rosyani Nasution, S.Ag., M.Pd.
Dalam sambutannya, Yose Rizal menyampaikan apresiasi kepada Pengurus IGRA Medan Marelan yang telah menginisiasi kegiatan peningkatan kompetensi bagi kepala dan guru RA. Menurutnya, kegiatan pendidikan dan pelatihan merupakan bagian penting dalam membangun profesionalitas guru, terlebih pendidik RA memiliki peran strategis dalam memberikan fondasi awal bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Guru RA memiliki tanggung jawab yang sangat besar karena berada pada fase awal pendidikan anak. Karena itu, kompetensi guru harus terus ditingkatkan agar proses pembelajaran tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mampu membentuk karakter, akhlak, kemandirian, dan kemampuan sosial anak,” ujar Yose Rizal.

Ia menekankan bahwa peningkatan kompetensi pendidik tidak dapat dilakukan hanya sekali, melainkan harus menjadi proses yang berkelanjutan. Guru dituntut untuk terus belajar, mengikuti perkembangan pendidikan, serta mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan dan kebutuhan peserta didik.
“Diklat seperti ini jangan hanya dipandang sebagai kegiatan untuk mendapatkan sertifikat. Yang lebih penting adalah ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan di lembaga masing-masing. Kita ingin guru pulang dari kegiatan ini membawa pengetahuan baru yang benar-benar memberikan perubahan dalam proses pembelajaran,” tegasnya.
Yose juga mengajak para guru RA untuk menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Menurutnya, dunia anak adalah dunia bermain dan belajar, sehingga proses pembelajaran harus dikemas secara menyenangkan, kreatif, dan tetap mengandung nilai-nilai pendidikan serta keagamaan.
“Anak-anak RA tidak bisa kita perlakukan seperti peserta didik pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Mereka membutuhkan pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dan sesuai dengan tahap perkembangannya. Guru harus mampu menjadi pendidik sekaligus figur yang memberikan keteladanan bagi anak-anak,” katanya.
Lebih lanjut, Yose Rizal mengingatkan bahwa kualitas pendidikan RA tidak hanya ditentukan oleh kemampuan guru dalam menyampaikan materi, tetapi juga oleh keteladanan yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari. Guru harus mampu menjadi contoh dalam sikap, tutur kata, kedisiplinan, dan akhlak sehingga nilai-nilai yang diajarkan kepada anak dapat diterapkan secara nyata.
Ia berharap 150 peserta yang mengikuti Diklat KBC dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk saling berbagi pengalaman dan memperluas wawasan. Menurutnya, forum seperti ini juga penting untuk membangun komunikasi dan kolaborasi antarguru RA dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan di lapangan.
“Saya berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan serius dan aktif. Manfaatkan kesempatan untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, dan memperkaya wawasan. Setelah kembali ke lembaga masing-masing, mari kita buktikan bahwa kegiatan ini memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pembelajaran,” ungkap Yose.
Sementara itu, Ketua IGRA Kecamatan Medan Marelan sekaligus Ketua Pelaksana, Hj. Purnama menyampaikan bahwa Diklat KBC dilaksanakan sebagai bentuk komitmen IGRA dalam mendukung peningkatan kualitas dan profesionalitas kepala serta guru RA. Ia berharap materi yang diberikan narasumber dapat memberikan bekal yang bermanfaat bagi para peserta.
Kegiatan menghadirkan narasumber Widia Swara dari BDK Medan dan Hj. Rosyani Nasution, S.Ag., M.Pd. Selama kegiatan, para peserta mendapatkan pembekalan dan wawasan yang diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas mereka dalam mengelola lembaga maupun melaksanakan pembelajaran.
Melalui pembukaan Diklat KBC tersebut, Kasi Penmad Kemenag Kota Medan menegaskan komitmen untuk terus mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalitas tenaga pendidik RA. Penguatan kapasitas guru diharapkan dapat bermuara pada peningkatan mutu pendidikan sekaligus memberikan fondasi yang kuat bagi tumbuh kembang generasi penerus yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia.

