Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan Hadirkan Penguatan Rohani bagi Pasien di Rumah Sakit Estomihi

Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan melalui Penyuluh Agama Kristen terus memperkuat kehadirannya di tengah masyarakat dengan menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyentuh kebutuhan manusia secara utuh. Salah satu wujud nyata pelayanan tersebut dilakukan melalui bimbingan dan pendampingan rohani bagi pasien dan keluarga di Rumah Sakit Estomihi, Selasa (11/8/2026).

Pelayanan ini menjadi bagian dari komitmen Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Medan dalam memberikan penguatan spiritual, penghiburan, dan pengharapan kepada masyarakat yang sedang menghadapi pergumulan kesehatan. Kehadiran penyuluh di lingkungan rumah sakit diharapkan dapat memberikan dukungan moral dan batin bagi pasien maupun keluarga selama menjalani proses perawatan.

Dalam suasana rumah sakit yang dipenuhi berbagai pergumulan, para penyuluh tidak hanya menyampaikan firman Tuhan, tetapi juga hadir untuk mendengarkan keluh kesah, memberikan perhatian, serta membangun semangat pasien agar tetap memiliki pengharapan. Pendekatan tersebut dilakukan dengan mengedepankan sikap humanis, empati, dan kekeluargaan sehingga pasien merasa diperhatikan dan tidak menghadapi masa sulit seorang diri.

Pelayanan rohani tersebut dilaksanakan oleh Mateus Brian Purba, S.Th., Tridah Natalia Manahalahi, dan Debora Br. Pandia, S.Th. Ketiganya memberikan pendampingan secara langsung kepada pasien dan keluarga melalui doa, renungan firman Tuhan, percakapan pastoral, serta pendampingan pribadi sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Melalui pelayanan tersebut, pasien diajak untuk tetap percaya kepada Tuhan dan menyerahkan setiap pergumulan yang dihadapi dalam proses pengobatan. Para penyuluh juga memberikan penguatan agar pasien tetap memiliki ketenangan hati dan semangat dalam menjalani perawatan, sembari tetap mengikuti penanganan medis yang diberikan oleh tenaga kesehatan.

Mateus Brian Purba mengatakan bahwa pelayanan rohani di rumah sakit memiliki makna penting karena kondisi sakit tidak hanya berdampak terhadap kesehatan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi mental dan spiritual seseorang. Menurutnya, kehadiran penyuluh menjadi bagian dari upaya memberikan kekuatan kepada pasien agar tetap memiliki harapan di tengah situasi yang tidak mudah.

“Ketika seseorang sedang sakit, bukan hanya tubuh yang membutuhkan perhatian, tetapi juga hati dan pikirannya. Karena itu, kami hadir untuk mendengarkan, menguatkan, mendoakan, dan mengingatkan bahwa masih ada harapan serta Tuhan yang menyertai setiap proses yang sedang dijalani,” ungkap Mateus.

Ia menegaskan bahwa pelayanan rohani tidak dimaksudkan untuk menggantikan pelayanan medis, melainkan menjadi bagian yang melengkapi proses pemulihan pasien. Pendampingan spiritual diharapkan dapat membantu pasien memperoleh ketenangan, mengurangi rasa cemas, serta membangun sikap positif selama menjalani pengobatan dan perawatan.

“Pelayanan medis tetap menjadi bagian utama dalam penanganan kesehatan pasien. Kami melengkapi proses tersebut dari sisi spiritual, sehingga pasien mendapatkan ruang untuk berdoa, bercerita, dan memperoleh penguatan sesuai dengan keyakinannya,” tambahnya.

Hal senada dilakukan Tridah Natalia Manahalahi dan Debora Br. Pandia yang turut memberikan perhatian dan pendampingan kepada pasien serta keluarga. Dengan pendekatan yang hangat, keduanya berusaha menciptakan suasana yang nyaman agar pasien dapat menyampaikan pergumulan yang sedang dihadapi, sekaligus memperoleh penguatan melalui doa dan firman Tuhan.

Selain pelayanan rohani, Rumah Sakit Estomihi juga memberikan akses layanan kesehatan kepada masyarakat melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dengan adanya kerja sama tersebut, masyarakat peserta Jaminan Kesehatan Nasional dapat memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.

Kehadiran layanan kesehatan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung masyarakat memperoleh akses perawatan yang dibutuhkan. Di sisi lain, pelayanan Penyuluh Agama Kristen memberikan dimensi pendampingan spiritual yang melengkapi pelayanan kepada pasien, sehingga perhatian tidak hanya diberikan terhadap aspek kesehatan fisik, tetapi juga terhadap kebutuhan batin dan spiritual.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan. Pasien dan keluarga menyambut baik kehadiran para penyuluh serta mengikuti rangkaian pendampingan dengan penuh perhatian. Dalam setiap doa dan percakapan, para penyuluh menyampaikan harapan agar Tuhan memberikan kekuatan, ketenangan, kesembuhan, dan penyertaan bagi setiap pasien yang sedang menjalani proses pemulihan.

Bagi para penyuluh, pelayanan di rumah sakit merupakan kesempatan untuk menghadirkan kasih Tuhan secara nyata di tengah kehidupan masyarakat. Sapaan yang tulus, kesediaan untuk mendengarkan, maupun doa sederhana diyakini dapat menjadi sumber kekuatan bagi seseorang yang sedang berada dalam situasi sulit.

Melalui pelayanan bimbingan dan pendampingan rohani yang dilakukan secara berkelanjutan, Kementerian Agama Kota Medan berkomitmen menghadirkan pelayanan keagamaan yang humanis, responsif, dan menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung. Penyuluh Agama Kristen diharapkan tidak hanya hadir dalam kegiatan keagamaan di tengah komunitas, tetapi juga mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan penguatan dalam berbagai situasi kehidupan.

Kehadiran Penyuluh Agama Kristen di Rumah Sakit Estomihi diharapkan menjadi jembatan kasih yang menghadirkan penghiburan bagi mereka yang sedang berduka, kekuatan bagi yang sedang berjuang, serta pengharapan bagi setiap pasien yang menantikan pemulihan. Dengan demikian, pelayanan keagamaan tidak berhenti di ruang-ruang ibadah, tetapi hadir di tengah kehidupan nyata masyarakat, termasuk di ruang perawatan ketika seseorang membutuhkan perhatian, kekuatan, dan pengharapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *