Medan (Humas) – Penyuluh Agama Kristen KUA Medan Sunggal dari unsur Protestan dan Katolik melaksanakan pendampingan kerohanian kepada pasien korban penyalahgunaan NAPZA di Yayasan Medan Plus yang beralamat di Jalan Bunga Wijaya Kusuma Nomor 108 Pasar 4, Kelurahan Tanjungsari, Kota Medan, pada Rabu 19 Agustus 2026. Kegiatan ini mengusung pesan semangat kemerdekaan dengan mengajak para pasien memiliki tekad kuat untuk bangkit dan sembuh dari ketergantungan narkoba.
Hadir dalam kegiatan tersebut Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal Roni Antonius Sitanggang,
Penyuluh Agama Kristen KUA Medan Sunggal Sindar Purba, Mahla Tarigan, serta Asima Manik. Turut hadir Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Medan Drammes Lumbantobing dan Rumina Sinaga. Kehadiran para penyuluh menjadi bentuk kepedulian dalam memberikan penguatan iman, motivasi, serta dukungan moral bagi para pasien selama menjalani proses pemulihan.
Bimbingan kerohanian khusus bagi pasien beragama Kristen diawali oleh Asima Manik yang membuka kegiatan dengan lagu-lagu gereja dan senandung rohani.
Suasana menjadi lebih hidup dan penuh sukacita melalui pujian yang menghibur para pasien. Selanjutnya Mahla Tarigan memimpin lagu-lagu kebangsaan dan nasionalisme sebagai bentuk penghayatan terhadap semangat kemerdekaan yang harus tumbuh dalam diri setiap warga negara Indonesia.
Dalam penyampaian pesan rohani, Sindar Purba mengajak para pasien menjadikan momentum kemerdekaan sebagai inspirasi untuk membebaskan diri dari belenggu ketergantungan narkoba. “Semangat kemerdekaan yang dahulu membebaskan bangsa Indonesia dari penjajahan harus tumbuh dalam diri kita. Bukan lagi melawan penjajah, tetapi melawan nafsu dan penyakit ketergantungan narkoba. Kita harus optimis bahwa penyakit yang ada dalam tubuh kita dapat disembuhkan, dan untuk sembuh kita harus memiliki keyakinan bahwa kita bisa pulih,” ujar Sindar Purba.
Sementara itu, Roni Antonius Sitanggang memberikan penguatan iman kepada para pasien agar senantiasa mengandalkan kasih Tuhan dalam menjalani proses pemulihan. “Tuhan itu sangat sayang kepada kita. Oleh karena itu, selalu berharap dan berdoa kepada Tuhan agar diberikan keselamatan, kebahagiaan, serta kesembuhan melalui kasih-Nya,” ungkap Roni Sitanggang. Ia juga mengajak pasien untuk tetap memiliki harapan dan tidak menyerah dalam menghadapi ujian kehidupan.
Pada akhir kegiatan, Rumina Sinaga memimpin doa bersama dengan penuh hikmat. Dalam doa tersebut dipanjatkan harapan agar seluruh pasien diberikan kesehatan, kesembuhan, kesabaran, dan ketabahan dalam menjalani proses pemulihan. Pendampingan ini menjadi bukti bahwa penyuluh agama terus hadir memberikan sentuhan rohani dan motivasi kepada masyarakat, khususnya mereka yang sedang berjuang terbebas dari ketergantungan NAPZA.
Melalui bimbingan kerohanian ini, Penyuluh Agama Kristen KUA Medan Sunggal menanamkan nilai iman, harapan, dan semangat kemerdekaan kepada pasien rehabilitasi NAPZA Medan Plus. Semangat untuk merdeka tidak hanya dimaknai sebagai bebas dari penjajahan bangsa lain, tetapi juga sebagai perjuangan membebaskan diri dari belenggu kecanduan dan menuju kehidupan yang lebih baik.(Paidi).

