Medan (Humas) — Madrasah terus berkomitmen menumbuhkan karakter peduli dan cinta lingkungan melalui kegiatan Pelatihan Kader Adiwiyata yang dilaksanakan selama dua hari, 19–20 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti peserta didik kelas III hingga kelas VI yang dipilih sebagai kader Adiwiyata untuk menjadi pelopor dalam menjaga kebersihan, keindahan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan madrasah. Pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan tersebut, madrasah berupaya membangun budaya peduli lingkungan yang dimulai sejak usia dini.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Komite Madrasah, Dra. Hj. Nursalimi, M.Ag, yang memberikan dukungan dan motivasi kepada para peserta. Kehadiran komite menjadi bentuk sinergi antara madrasah dan orang tua dalam mendukung program pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, baik di madrasah maupun di rumah. Dukungan dari seluruh unsur madrasah diharapkan dapat membuat program Adiwiyata berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan berbagai materi mengenai pentingnya menjaga lingkungan, pengelolaan sampah, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, penghijauan, serta pemanfaatan sampah menjadi barang yang memiliki nilai guna. Materi tidak hanya disampaikan secara teori, tetapi juga dilengkapi dengan praktik langsung agar siswa lebih mudah memahami dan menerapkannya. Para kader diajak memilah sampah organik dan anorganik, membersihkan lingkungan madrasah, serta menanam dan merawat tanaman di area sekolah. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman pembelajaran yang mendorong siswa memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama.
Kepala Madrasah dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan kader Adiwiyata merupakan salah satu langkah nyata untuk membentuk generasi yang memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Menurutnya, siswa yang terpilih sebagai kader memiliki peran penting untuk menjadi contoh sekaligus mengajak teman-temannya membangun kebiasaan hidup bersih dan peduli terhadap lingkungan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Jadilah kader Adiwiyata yang mampu menjadi teladan, mengajak teman-teman untuk mencintai lingkungan, serta menjaga kebersihan madrasah dengan penuh tanggung jawab,” ujar Kepala Madrasah.
Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan menjaga kebersihan, memilah sampah, merawat tanaman, dan menggunakan lingkungan secara bertanggung jawab diharapkan dapat menjadi bagian dari karakter peserta didik. “Semoga ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga para kader mampu menjadi penggerak terciptanya lingkungan madrasah yang bersih, sehat, hijau, dan nyaman,” lanjutnya. Dengan demikian, program Adiwiyata tidak hanya menjadi sebuah kegiatan, tetapi berkembang menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan seluruh warga madrasah.
Sementara itu, Ketua Komite Madrasah Hj. Nursalimi menyampaikan apresiasi kepada pihak madrasah yang telah menyelenggarakan pelatihan tersebut. Ia menilai pendidikan kepedulian lingkungan merupakan investasi penting dalam membentuk generasi yang memiliki kesadaran terhadap kelestarian alam. “Kami sangat mendukung program Adiwiyata di madrasah ini. Anak-anak adalah generasi penerus yang memiliki peran besar dalam menjaga kelestarian lingkungan,” tutur Nursalimi. Ia juga mengajak para peserta untuk memulai kepedulian dari hal-hal sederhana yang dapat dilakukan secara konsisten.
Nursalimi menambahkan bahwa kebiasaan baik yang dibangun sejak berada di lingkungan madrasah diharapkan dapat terbawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Ia mengajak para siswa untuk membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan kelas, merawat tanaman, menghemat penggunaan sumber daya, serta mengajak orang lain melakukan hal yang sama. “Mulailah dari hal-hal sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan kelas, merawat tanaman, dan mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama. Insya Allah, kebiasaan baik yang dimulai dari madrasah akan membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan masa depan bangsa,” katanya.
Seluruh rangkaian pelatihan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Para siswa aktif mengikuti setiap sesi, berdiskusi, bekerja sama dalam kelompok, serta terlibat langsung dalam kegiatan praktik menjaga lingkungan madrasah. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekaligus membangun kesadaran bahwa kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh warga madrasah.
Melalui Pelatihan Kader Adiwiyata, madrasah menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan karakter berbasis kepedulian lingkungan. Para kader diharapkan mampu menjadi teladan dan penggerak bagi teman-temannya dalam menciptakan budaya hidup bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan. Dengan dukungan seluruh warga madrasah, komite, dan lingkungan keluarga, nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan diharapkan semakin kuat dan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

