Medan (Humas) – Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Roni Antonius Sitanggang, melaksanakan kegiatan pendampingan bagi putra-putri altar pada Minggu, (23/08/2026), pukul 12.30 WIB. Kegiatan berlangsung di Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal, Jl. Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal. Pendampingan ini merupakan bagian dari pembinaan iman generasi muda agar semakin memahami panggilan dan tanggung jawabnya dalam kehidupan menggereja.
Materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah “Kemerdekaan Anak-Anak Allah.” Materi ini diberikan untuk membantu putra-putri altar memahami bahwa kemerdekaan dalam iman Kristiani bukan berarti bebas melakukan segala sesuatu tanpa batas, melainkan kebebasan untuk memilih dan melakukan hal-hal yang baik sesuai dengan kehendak Allah.
Dalam penyampaiannya, Roni menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki martabat sebagai ciptaan Allah dan dipanggil untuk hidup dalam kebebasan yang bertanggung jawab. Sebagai anak-anak Allah, umat beriman dibebaskan dari belenggu dosa agar mampu hidup dalam kasih, kebenaran, dan kebaikan. Kemerdekaan tersebut hendaknya digunakan untuk membangun kehidupan yang semakin dekat dengan Tuhan dan sesama.
Para putra-putri altar juga diajak untuk memahami bahwa pelayanan di altar merupakan salah satu bentuk nyata dari tanggung jawab sebagai anak-anak Allah. Ketika menjalankan tugas dalam Perayaan Ekaristi, mereka tidak hanya melaksanakan tugas teknis, tetapi juga belajar untuk melayani dengan disiplin, hormat, rendah hati, dan penuh tanggung jawab. Sikap tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan pertumbuhan iman mereka.
Dalam kegiatan pendampingan, Roni juga mengajak para peserta untuk menerapkan nilai kemerdekaan Kristiani dalam kehidupan sehari-hari. Kebebasan hendaknya digunakan untuk memilih perbuatan yang benar, menghormati orang tua dan sesama, menjauhi perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain, serta berani menjadi teladan dalam kehidupan keluarga, sekolah, Gereja, dan lingkungan masyarakat.
Melalui kegiatan pendampingan ini, diharapkan para putra-putri altar semakin memahami makna kemerdekaan sebagai anak-anak Allah dan mampu menghayatinya melalui kehidupan serta pelayanan mereka. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud pelaksanaan tugas Penyuluh Agama Katolik dalam membina generasi muda Katolik agar bertumbuh dalam iman, memiliki karakter yang baik, serta mampu menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan siap melayani Gereja serta masyarakat.(Paidi).

