Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Petisah, Nurlely, M.Sos., memberikan bimbingan keagamaan dalam rangka pemberantasan buta aksara Al-Qur’an kepada jamaah Pengajian Ar-Rafiq pada hari Jumat, 21 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membaca Al-Qur’an serta menumbuhkan kecintaan dan kedekatan umat Islam terhadap kitab suci.
Dalam kegiatan tersebut, Nurlely memberikan pemahaman kepada jamaah mengenai pentingnya kemampuan membaca Al-Qur’an dalam kehidupan seorang Muslim. Ia mengajak para jamaah untuk menjadikan kegiatan belajar Al-Qur’an sebagai bagian dari aktivitas rutin, baik secara mandiri maupun melalui pengajian dan bimbingan yang terarah.
“Belajar membaca Al-Qur’an merupakan kewajiban dan kebutuhan bagi setiap Muslim. Karena itu, jangan pernah merasa malu untuk belajar, meskipun kita sudah berusia dewasa. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an,” ujar Nurlely.
Nurlely juga mengingatkan jamaah agar tidak hanya mengejar kemampuan membaca, tetapi juga memperhatikan ketepatan pengucapan huruf hijaiyah, panjang pendek bacaan, serta penerapan ilmu tajwid. Menurutnya, membaca Al-Qur’an dengan baik membutuhkan proses, latihan yang konsisten, dan kesabaran.
“Pemberantasan buta aksara Al-Qur’an bukan hanya tentang bisa mengenal huruf hijaiyah, tetapi juga bagaimana kita mampu membaca Al-Qur’an dengan benar dan kemudian memahami serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Para jamaah Pengajian Ar-Rafiq mengikuti bimbingan dengan antusias. Kegiatan diisi dengan pembelajaran dan praktik membaca Al-Qur’an sehingga jamaah dapat mengetahui dan memperbaiki kesalahan dalam bacaannya. Nurlely berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkesinambungan sebagai bagian dari pembinaan keagamaan masyarakat di wilayah Kecamatan Medan Petisah.
“Semoga melalui bimbingan ini semakin banyak masyarakat yang terbebas dari buta aksara Al-Qur’an, semakin lancar membaca Al-Qur’an, serta menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan. Mudah-mudahan ikhtiar kecil ini memberikan manfaat dan menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” pungkas Nurlely.

