Medan (Humas) — Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah Taman Pendidikan Islam (TPI) Medan kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui para santrinya dalam ajang Sumut Open Pencak Silat Tournament yang berlangsung pada 20–24 Agustus 2026 di GOR Dispora Pancing. Kontingen Darul Hikmah TPI berhasil meraih 19 medali, terdiri atas 8 medali emas, 7 medali perak, dan 4 medali perunggu. Capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga besar pesantren sekaligus menunjukkan bahwa santri mampu mengembangkan potensi dan meraih prestasi di bidang olahraga.
Prestasi tersebut kemudian mendapat apresiasi dari pihak pesantren melalui penyematan tanda prestasi kepada para santri setelah pelaksanaan upacara bendera, Senin (24/8/2026), di Lapangan PPMDH TPI Medan. Tanda prestasi disematkan oleh Kepala MA PPMDH TPI, Umroh, S.Pd.I., M.Hum., Kepala MTs PPMDH TPI, Ahmad Rifai Sinaga, S.Sos., serta Kepala SMP PPMSH TPI, Syamsul Bahri Siregar, S.H. Penyematan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas perjuangan, disiplin, semangat, dan kerja keras para santri selama mengikuti kompetisi.

Direktur Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI Medan sekaligus Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Yose Rizal, S.Ag., MM., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas prestasi yang diraih para santri. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya diukur dari jumlah medali yang diperoleh, tetapi juga dari proses pembinaan yang membentuk keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, sportivitas, dan mental juara dalam diri santri.
“Kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih anak-anak kita. Delapan medali emas, tujuh medali perak, dan empat medali perunggu bukanlah hasil yang datang dengan mudah, tetapi merupakan buah dari latihan, kerja keras, kedisiplinan, serta kesungguhan para santri dan pelatih. Tentu prestasi ini harus kita apresiasi sekaligus kita jadikan motivasi untuk terus meningkatkan pembinaan,” ujar Yose Rizal.
H. Yose Rizal menegaskan bahwa pesantren tidak hanya bertugas membentuk santri yang unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan bakat dan minat di berbagai bidang. Menurutnya, olahraga seperti pencak silat memiliki nilai pendidikan yang sangat penting karena mengajarkan ketangguhan, pengendalian diri, kedisiplinan, keberanian, serta kemampuan menghormati lawan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter santri yang kuat dan berakhlak.
“Prestasi olahraga harus berjalan seiring dengan pembentukan akhlak. Kita ingin santri yang berprestasi bukan hanya memiliki kemampuan teknik dan fisik yang baik, tetapi juga memiliki karakter, rendah hati, disiplin, dan mampu menjaga sportivitas. Itulah yang menjadi bagian dari pendidikan di Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI,” jelasnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada pelatih Nurhalizah Matondang, S.Pd., yang telah mendampingi dan mempersiapkan para atlet dengan penuh dedikasi. Menurut Yose, keberhasilan para santri tidak terlepas dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten oleh pelatih, dukungan para guru, serta semangat para santri untuk terus berlatih dan memperbaiki kemampuan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada pelatih yang telah membimbing anak-anak dengan penuh kesungguhan. Pelatih memiliki peran penting dalam mempersiapkan atlet, baik dari sisi teknik maupun mental bertanding. Begitu juga kepada para guru dan seluruh keluarga besar pesantren yang terus memberikan dukungan kepada santri dalam mengembangkan potensinya,” katanya.
Keberhasilan tersebut, lanjut H. Yose Rizal, diharapkan menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk tidak ragu mengembangkan potensi yang dimiliki. Setiap santri memiliki keunggulan dan bakat masing-masing yang perlu mendapatkan ruang untuk tumbuh melalui pembinaan yang terarah dan berkelanjutan. Karena itu, pihak pesantren berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan positif yang dapat membentuk karakter sekaligus mengembangkan prestasi santri.
“Jangan merasa bahwa prestasi hanya milik mereka yang sudah mendapatkan medali. Setiap santri memiliki kesempatan untuk berprestasi sesuai dengan bidang dan kemampuannya. Yang paling penting adalah mau berproses, disiplin, tidak mudah menyerah, dan terus belajar dari setiap pengalaman,” ungkap Yose.

Penyematan tanda prestasi juga menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh santri bahwa sebuah prestasi membawa tanggung jawab untuk mempertahankan dan meningkatkannya. Para peraih medali diharapkan tetap rendah hati dan menjadikan keberhasilan tersebut sebagai pijakan untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi. Sementara bagi santri lainnya, capaian tersebut dapat menjadi inspirasi untuk mengikuti jejak kakak-kakaknya dengan terus berlatih dan mengembangkan potensi.
Dengan torehan 19 medali dalam Sumut Open Pencak Silat Tournament, Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI Medan semakin menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi santri melalui pembinaan yang seimbang. Pendidikan akademik, keagamaan, pembentukan akhlak, dan pengembangan bakat menjadi bagian yang saling melengkapi dalam proses pendidikan di pesantren.
H. Yose Rizal berharap prestasi tersebut tidak berhenti pada satu kompetisi, tetapi menjadi awal dari lahirnya lebih banyak atlet muda berprestasi dari lingkungan Darul Hikmah TPI. “Teruslah berlatih, terus belajar, jaga akhlak, dan jangan cepat puas dengan pencapaian hari ini. Kami berharap anak-anak Darul Hikmah TPI dapat terus membawa nama baik pesantren, berprestasi di tingkat yang lebih tinggi, dan suatu saat mampu mengharumkan nama Sumatera Utara maupun Indonesia,” pungkasnya.
Prestasi para santri tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan pesantren mampu memberikan ruang yang luas bagi generasi muda untuk berkembang secara utuh. Dengan dukungan pimpinan, guru, pelatih, orang tua, dan seluruh keluarga besar pesantren, para santri diharapkan terus tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, berprestasi, serta memiliki semangat juang dalam menghadapi masa depan.

