Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan pembinaan keagamaan di Yayasan Panti Asuhan Benih Pengharapan Kasih, Jalan Danau Toba No. 4, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Daminta Berutu, S.Th., sebagai pengkhotbah yang menyampaikan Firman Tuhan berdasarkan Yeremia 17:7. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak dan pengurus panti diajak memahami pentingnya mengandalkan Tuhan serta menaruh pengharapan kepada-Nya dalam menjalani kehidupan. Pembinaan ini menjadi bagian dari upaya Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan dalam memberikan penguatan iman kepada masyarakat.
Dalam khotbahnya, Daminta Berutu menyampaikan bahwa Yeremia 17:7 memberikan pengajaran tentang kebahagiaan orang yang mengandalkan Tuhan dan menaruh harapan kepada-Nya. Menurutnya, kepercayaan kepada Tuhan dapat menjadi sumber kekuatan bagi setiap orang dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. “Berbahagialah orang yang mengandalkan Tuhan dan menaruh harapannya kepada Tuhan, sebab Tuhan adalah sumber kekuatan dan pengharapan bagi kita,” ujar Daminta Berutu. Ia mengajak peserta untuk tetap percaya kepada Tuhan dalam setiap keadaan yang dihadapi.
Daminta Berutu juga mengingatkan bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Dalam menghadapi kesulitan, setiap orang perlu mempertahankan iman dan keyakinan bahwa Tuhan senantiasa menyertai serta memberikan kekuatan. “Ketika kita menghadapi kesulitan, jangan berhenti berharap, karena Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang percaya kepada-Nya,” katanya. Pesan tersebut diharapkan dapat memberikan semangat kepada anak-anak panti asuhan untuk tetap optimis dalam menjalani kehidupan dan meraih cita-cita.
Lebih lanjut, Daminta Berutu mengajak anak-anak untuk membangun kehidupan yang dilandasi iman, doa, dan sikap saling mengasihi. Menurutnya, mengandalkan Tuhan juga harus disertai dengan usaha sungguh-sungguh, rajin belajar, menghormati orang lain, serta bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan. “Percaya kepada Tuhan bukan berarti kita hanya menunggu, tetapi kita juga harus melakukan bagian kita dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab,” ungkapnya. Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat menjadi bekal bagi anak-anak dalam mempersiapkan masa depan.
Pembinaan keagamaan tersebut juga menjadi momentum bagi Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan untuk memberikan perhatian dan motivasi kepada anak-anak Yayasan Panti Asuhan Benih Pengharapan Kasih. Daminta Berutu menekankan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang baik selama terus berusaha dan menaruh pengharapan kepada Tuhan. “Jangan merasa sendiri dan jangan merasa tidak memiliki masa depan, karena setiap kita berharga dan memiliki kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya. Ia mengajak anak-anak untuk terus menjaga semangat, memperkuat iman, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi kehidupan.
Kegiatan pembinaan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan mendapat perhatian dari anak-anak serta pengurus Yayasan Panti Asuhan Benih Pengharapan Kasih. Melalui kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan terus berupaya memberikan pendampingan dan penguatan iman kepada masyarakat melalui pesan-pesan keagamaan yang membangun pengharapan. Firman Tuhan berdasarkan Yeremia 17:7 diharapkan dapat menjadi pengingat agar setiap peserta senantiasa mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan. “Mari kita terus menaruh harapan kepada Tuhan, tetap berusaha, dan menjalani kehidupan dengan iman serta penuh keyakinan bahwa Tuhan menyertai kita,” pungkas Daminta Berutu.

