Penyuluh Kristen Kemenag Medan Ajak Anak Panti Tetap Percaya pada Kasih Tuhan

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan pembinaan keagamaan di Panti Pintu Harapan, Jalan Danau Sipinggan No. 14, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Daminta Berutu, S.Th., sebagai pengkhotbah yang menyampaikan Firman Tuhan berdasarkan Mazmur 27:10. Melalui pembinaan tersebut, anak-anak panti diajak untuk tetap percaya pada kasih Tuhan yang senantiasa menyertai setiap kehidupan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan dalam memberikan penguatan iman dan pengharapan kepada masyarakat.

Dalam penyampaiannya, Daminta Berutu menjelaskan bahwa Mazmur 27:10 memberikan pesan tentang kasih dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan manusia. Ayat tersebut mengingatkan bahwa ketika manusia mengalami keadaan sulit atau merasa ditinggalkan, Tuhan tetap menjadi tempat untuk berharap dan bersandar. “Sekalipun orang yang paling dekat dengan kita meninggalkan kita, Tuhan tetap menerima, menyertai, dan tidak pernah meninggalkan kita,” ujar Daminta Berutu. Ia mengajak anak-anak panti untuk tidak merasa sendiri karena kasih Tuhan selalu hadir dalam setiap keadaan.

Daminta Berutu juga mengingatkan anak-anak bahwa setiap pribadi memiliki nilai dan kesempatan untuk memiliki masa depan yang baik. Keadaan yang dihadapi saat ini tidak seharusnya menjadi alasan untuk kehilangan semangat dalam belajar, berdoa, dan meraih cita-cita. “Jangan melihat keadaan hari ini sebagai akhir dari perjalanan, tetapi jadikan setiap pengalaman sebagai kekuatan untuk melangkah menuju masa depan,” katanya. Ia mendorong anak-anak untuk tetap optimis dan percaya bahwa Tuhan memiliki rencana yang baik bagi kehidupan mereka.

Lebih lanjut, Daminta Berutu mengajak anak-anak untuk membangun hubungan yang dekat dengan Tuhan melalui doa dan kehidupan yang mencerminkan kasih. Menurutnya, kepercayaan kepada Tuhan perlu diwujudkan melalui sikap saling mengasihi, menghormati sesama, menjaga perkataan, serta melakukan perbuatan baik. “Ketika kita dekat dengan Tuhan, kita akan memiliki kekuatan untuk menghadapi setiap persoalan dan tetap mampu melihat kebaikan di tengah kesulitan,” ungkapnya. Ia berharap anak-anak dapat menjadikan iman dan kasih Tuhan sebagai kekuatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Pembinaan tersebut juga menjadi momentum bagi Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan untuk memberikan motivasi dan perhatian kepada anak-anak Panti Pintu Harapan. Daminta Berutu menegaskan bahwa setiap anak berharga di hadapan Tuhan dan memiliki kesempatan untuk berkembang serta meraih masa depan yang lebih baik. “Kalian semua berharga di hadapan Tuhan, karena itu jangan pernah merasa sendiri atau merasa tidak memiliki harapan untuk masa depan,” tuturnya. Ia mengajak anak-anak untuk terus belajar, menjaga semangat, dan mempercayakan setiap proses kehidupan kepada Tuhan.

Kegiatan pembinaan keagamaan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan mendapat perhatian dari anak-anak serta pengurus Panti Pintu Harapan. Melalui kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan terus berupaya memberikan pendampingan dan penguatan iman melalui pesan-pesan keagamaan yang menumbuhkan kasih serta pengharapan. Firman Tuhan dari Mazmur 27:10 diharapkan dapat menjadi pengingat bagi anak-anak bahwa kasih Tuhan senantiasa menyertai mereka dalam setiap keadaan. “Mari kita tetap percaya kepada Tuhan, jangan kehilangan harapan, dan jalani setiap proses dengan iman karena Tuhan selalu menyertai kehidupan kita,” pungkas Daminta Berutu.

Kegiatan pembinaan keagamaan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan mendapat perhatian dari anak-anak serta pengurus Panti Pintu Harapan. Melalui kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan terus berupaya memberikan pendampingan dan penguatan iman melalui pesan-pesan keagamaan yang menumbuhkan kasih serta pengharapan. Firman Tuhan dari Mazmur 27:10 diharapkan dapat menjadi pengingat bagi anak-anak bahwa kasih Tuhan senantiasa menyertai mereka dalam setiap keadaan. Pembinaan tersebut juga diharapkan mampu memberikan semangat kepada anak-anak untuk terus bertumbuh dalam iman, menjalani kehidupan dengan penuh pengharapan, serta mempersiapkan diri meraih masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *