Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan pembinaan keagamaan di Panti Asuhan Kasih Murni, Jalan Saudara Ujung No. 84, Kelurahan Sudirejo II, Kecamatan Medan Teladan, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Liza E. Berutu, S.Pd.K., yang menyampaikan Firman Tuhan dari 1 Tesalonika 5:17 dengan tema “Tetaplah Berdoa”. Melalui pembinaan tersebut, anak-anak panti diajak memahami bahwa doa dapat menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai keadaan kehidupan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan dalam memperkuat iman dan pengharapan anak-anak.
Dalam penyampaian Firman Tuhan, Liza E. Berutu menjelaskan bahwa 1 Tesalonika 5:17 mengajarkan umat untuk senantiasa membangun hubungan dengan Tuhan melalui doa. Menurutnya, doa tidak hanya dilakukan ketika seseorang menghadapi persoalan, tetapi perlu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. “Tetaplah berdoa berarti kita harus terus memiliki hubungan dengan Tuhan dalam setiap keadaan, baik ketika kita sedang senang maupun ketika menghadapi kesulitan,” ujar Liza E. Berutu. Ia mengajak anak-anak panti untuk membiasakan diri berdoa dengan tulus dan penuh kepercayaan kepada Tuhan.
Liza E. Berutu juga menyampaikan bahwa doa dapat memberikan kekuatan dan ketenangan ketika seseorang menghadapi berbagai tantangan. Melalui doa, seseorang dapat menyampaikan harapan, pergumulan, ucapan syukur, serta memohon penyertaan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan. “Jangan hanya berdoa ketika membutuhkan sesuatu, tetapi jadikan doa sebagai kebiasaan setiap hari karena melalui doa kita belajar untuk semakin dekat dan percaya kepada Tuhan,” katanya. Ia berharap anak-anak dapat menjadikan doa sebagai bagian penting dalam menjalani kehidupan dan meraih cita-cita.
Lebih lanjut, Liza E. Berutu mengingatkan bahwa doa perlu disertai dengan iman dan usaha dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, mengandalkan Tuhan bukan berarti berhenti berusaha, melainkan tetap melakukan yang terbaik sambil menyerahkan hasilnya kepada Tuhan. “Kita berdoa, tetapi kita juga harus belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati orang lain, dan melakukan tanggung jawab kita dengan baik,” ungkapnya. Pesan tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak memahami pentingnya keseimbangan antara doa, usaha, dan tanggung jawab.
Pembinaan tersebut juga menjadi momentum bagi Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan untuk memberikan motivasi dan penguatan iman kepada anak-anak Panti Asuhan Kasih Murni. Liza E. Berutu mengajak anak-anak untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan dan tetap memiliki pengharapan dalam menjalani kehidupan. “Apa pun keadaan yang sedang kita hadapi, jangan berhenti berdoa dan jangan kehilangan harapan, karena Tuhan selalu mendengar doa orang yang datang kepada-Nya dengan sungguh-sungguh,” tuturnya. Ia berharap pesan tersebut dapat menjadi bekal bagi anak-anak untuk terus bertumbuh dalam iman dan memiliki semangat dalam meraih masa depan.
Kegiatan pembinaan keagamaan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan diikuti antusias oleh anak-anak serta pengurus Panti Asuhan Kasih Murni. Rangkaian kegiatan turut diisi dengan pujian yang dibawakan Fitri Berutu, S.Pd., serta doa pembuka oleh Fitri Marina Nainggolan, S.Pd. Melalui kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan terus berupaya memberikan pendampingan dan penguatan iman kepada masyarakat, khususnya anak-anak di panti asuhan. Pembinaan diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan berdoa sebagai sumber kekuatan, memperkuat iman dan pengharapan, serta mendorong anak-anak menjalani kehidupan dengan semangat dan tanggung jawab.

