Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan Gelar KKR bagi 20 Tahanan di Polsek Medan Tembung

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) bagi 20 orang tahanan di Polsek Medan Tembung, Jalan Letda Sujono No. 50, Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelayanan dan pembinaan keagamaan untuk memberikan penguatan iman, penghiburan, serta membangun pengharapan bagi para tahanan yang sedang menjalani proses hukum. Melalui pelayanan rohani ini, para peserta diajak untuk tetap memiliki keyakinan dan pengharapan kepada Tuhan di tengah keadaan yang sedang mereka hadapi. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan diikuti oleh seluruh peserta dengan penuh perhatian.

KKR dilaksanakan dengan metode sederhana, komunikatif, dan menyentuh kehidupan para peserta. Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, puji-pujian, penyampaian firman Tuhan, doa syafaat, konseling, hingga doa berkat yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengikuti ibadah secara aktif. Firman Tuhan disampaikan oleh Jepri Hutabarat, S.Th., dengan dasar Mazmur 136:1 yang mengingatkan bahwa Tuhan itu baik dan kasih setia-Nya untuk selama-lamanya. “Kadang kita bersyukur ketika keadaan baik, tetapi ketika menghadapi masalah kita lupa bahwa Tuhan tetap baik,” ujar Jepri Hutabarat.

Dalam khotbahnya, Jepri mengajak para tahanan untuk tetap belajar bersyukur kepada Tuhan dalam keadaan apa pun. Menurutnya, kondisi sulit yang sedang dihadapi bukan berarti Tuhan meninggalkan manusia, sebab kasih setia Tuhan tetap hadir dan dapat menjadi sumber kekuatan bagi setiap orang. “Mazmur 136:1 mengingatkan kita bahwa kasih setia Tuhan untuk selama-lamanya, karena itu sekalipun berada dalam keadaan sulit, jangan kehilangan pengharapan kepada Tuhan,” katanya. Ia berharap pesan tersebut dapat memberikan ketenangan dan kekuatan bagi para peserta selama menjalani proses hukum.

Jepri juga mengajak para peserta melakukan refleksi terhadap perjalanan kehidupan masing-masing. Masa yang sedang dijalani hendaknya tidak dipandang sebagai akhir dari kehidupan, tetapi menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri, belajar dari kesalahan, dan mendekatkan diri kepada Tuhan. “Jangan melihat keadaan hari ini sebagai akhir dari kehidupan, tetapi jadikan ini sebagai kesempatan untuk berubah, belajar dari kesalahan, mendekat kepada Tuhan, dan mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya. Pesan tersebut diharapkan dapat mendorong para tahanan untuk membangun tekad menjalani perubahan positif dalam kehidupan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan konseling dan doa syafaat yang dipimpin oleh Yohana Sitompul, S.Th. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pergumulan yang mereka hadapi sekaligus mendapatkan penguatan melalui doa. Kegiatan KKR juga dipandu oleh Devi Purba, S.Pd., dan Melati Tambun, S.Pd., selaku pembawa acara, sementara doa berkat dipimpin oleh Mateus Brian Purba, S.Th. Seluruh rangkaian ibadah berlangsung dalam suasana tertib, penuh kekhidmatan, dan diikuti oleh 20 orang tahanan dengan baik.

Melalui pelaksanaan KKR tersebut, Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan terus menunjukkan komitmen dalam memberikan pelayanan dan pembinaan rohani kepada warga binaan di lingkungan kepolisian. Kegiatan diharapkan mampu memberikan penguatan spiritual, membangun karakter, menumbuhkan kesadaran untuk memperbaiki diri, serta menghadirkan pengharapan bagi para tahanan. Kehadiran Penyuluh Agama Kristen juga menjadi wujud nyata pelayanan Kementerian Agama dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan pendampingan rohani, termasuk mereka yang sedang menjalani proses hukum. Pembinaan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menghadirkan kasih Tuhan dan memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *