KUA Medan Sunggal Dorong Jamaah Majelis Dzikir Al Mahasin Perbanyak Tasbih

Medan (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal yang diwakili Penyuluh Agama Islam, Drs. H. Fuji, MA, memberikan kata sambutan pada kegiatan Majelis Dzikir Al Mahasin Provinsi Sumatera Utara yang dilaksanakan di Masjid Al Ihsan, Jalan Sei Batanghari Nomor 93 A, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Sunggal, Minggu (30/8/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Meneladani Kelahiran Nabi Muhammad SAW dalam Mewujudkan Regenerasi yang Tamadun dan Rabbani Quraniyah.”

Dalam sambutannya, Fuji menyampaikan bahwa kegiatan tasbih, dzikir, dan doa merupakan amalan positif yang perlu terus dipelihara dan diamalkan secara istiqamah dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, memperbanyak dzikir dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus membentuk pribadi yang senantiasa mengingat-Nya. “Kegiatan tasbih, dzikir, dan doa merupakan kegiatan yang sangat positif dan harus terus istiqamah kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Fuji.

Fuji juga mengajak jamaah untuk membiasakan diri memperbanyak bacaan tasbih dalam aktivitas sehari-hari. Ia menyampaikan bahwa amalan dzikir hendaknya tidak hanya dilakukan ketika mengikuti kegiatan majelis, tetapi juga menjadi kebiasaan pribadi di rumah maupun di tengah kesibukan. “Dalam sebuah hadis, tasbih yang menjadi amalan kita minimal dapat kita terapkan dalam satu hari 72 kali,” tambahnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al Ihsan, Slamet. Ia menyampaikan rasa terima kasih karena Masjid Al Ihsan dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan salat tasbih, dzikir, dan shalawat. Slamet juga menegaskan bahwa pihak masjid mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. “Kami sangat berterima kasih telah dipercaya menjadi tuan rumah. Ke depan, Masjid Al Ihsan sangat mendukung kegiatan-kegiatan agama dan berharap berbagai event keagamaan dapat terus diarahkan untuk dilaksanakan di masjid ini,” ungkapnya.

Selanjutnya, jamaah mengikuti ceramah agama dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang disampaikan Dr. Hendripal Panjaitan, S.Pd., M.A.M.S.I. Dalam ceramahnya, Hendripal menjelaskan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW. “Hikmah dari peringatan Maulid Nabi ialah untuk menciptakan pribadi yang menarik, yaitu memiliki sifat malu kepada Allah SWT dan akhlak yang terpuji,” jelasnya.

Setelah ceramah Maulid Nabi, kegiatan dilanjutkan dengan salat tasbih yang diimami Kaharizi. Selanjutnya jamaah mengikuti dzikir yang dipimpin Zulkarnain Siagian, S.Pd.I. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan imam tasbih yang dipimpin Roni Adi Arihta, serta dzikir dan doa yang disampaikan Khairudin Sholeh selaku pimpinan Majelis Dzikir Al Mahasin. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekhusyukan.

Kegiatan Majelis Dzikir Al Mahasin tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus membiasakan jamaah memperbanyak tasbih, dzikir, shalawat, dan doa dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan tersebut, KUA Medan Sunggal berharap semangat meneladani Rasulullah SAW dapat diwujudkan dalam peningkatan kualitas ibadah dan akhlak, sehingga lahir generasi yang religius, berkarakter, dan senantiasa berpegang pada nilai-nilai Al-Qur’an dan tuntunan Rasulullah SAW.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *