Medan (Humas) — Pelayanan keagamaan tidak hanya dilakukan di tempat ibadah, tetapi juga hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan penguatan, termasuk bagi pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Hal tersebut diwujudkan Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan, Verawati Butar-Butar, melalui kegiatan bimbingan rohani di RS Hermina, Rabu (2/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, Verawati memberikan pendampingan dan penguatan spiritual kepada pasien agar tetap memiliki keteguhan hati, kesabaran, serta pengharapan dalam menghadapi kondisi yang sedang dialami.
Bimbingan rohani tersebut menjadi ruang bagi pasien untuk memperoleh dukungan secara spiritual di tengah proses pengobatan yang tidak selalu mudah. Verawati menyampaikan bahwa sakit dapat memunculkan berbagai perasaan, mulai dari rasa cemas, takut, khawatir hingga kelelahan secara emosional. Karena itu, pendampingan rohani diperlukan agar pasien tidak hanya mendapatkan perhatian secara fisik, tetapi juga memperoleh kekuatan batin dalam menjalani proses perawatan. “Dalam kondisi apa pun, kita harus tetap memiliki pengharapan kepada Tuhan dan percaya bahwa setiap proses yang kita jalani memiliki maksud yang baik,” ujar Verawati.
Menurut Verawati, pengharapan kepada Tuhan merupakan salah satu kekuatan penting yang dapat membantu seseorang menghadapi masa-masa sulit. Ia mengajak pasien untuk tidak larut dalam kekhawatiran, melainkan terus membangun keyakinan bahwa Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah kehidupan. Doa dan perenungan firman Tuhan juga dapat menjadi sarana untuk menenangkan hati serta menumbuhkan keteguhan dalam menghadapi keadaan. “Saya mengajak pasien untuk terus berdoa, berserah kepada Tuhan, dan tidak kehilangan pengharapan meskipun sedang berada dalam masa yang sulit. Ketika hati tetap tertuju kepada Tuhan, kita memiliki kekuatan untuk menjalani setiap proses dengan lebih tenang,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Verawati juga menekankan pentingnya sikap sabar dan berserah diri selama menjalani proses perawatan. Ia mengingatkan bahwa setiap orang memiliki pergumulan dan perjalanan hidup yang berbeda sehingga tidak semua persoalan dapat diselesaikan dengan cara yang sama. Kehadiran penyuluh agama diharapkan dapat menjadi teman bagi pasien untuk berbagi, mendengarkan, sekaligus mendapatkan penguatan sesuai dengan kebutuhan rohaninya. “Kita hadir bukan hanya untuk menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga untuk memberikan perhatian dan semangat kepada pasien. Mereka perlu diingatkan bahwa dalam pergumulan yang sedang dihadapi, mereka tidak sendirian karena Tuhan selalu menyertai,” tuturnya.
Bimbingan rohani juga diarahkan untuk membantu pasien dan keluarga yang mendampingi agar mampu menghadapi masa perawatan dengan hati yang lebih kuat. Menurut Verawati, dukungan keluarga, doa, serta penguatan iman dapat menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana yang lebih tenang selama proses pemulihan. Ia berharap pesan-pesan yang disampaikan dapat memberikan keteduhan sekaligus mendorong pasien untuk tetap optimis dalam menjalani pengobatan. “Harapan harus tetap dijaga. Jangan sampai kondisi yang sedang kita alami membuat kita kehilangan iman dan semangat, karena melalui doa, iman, dan penyerahan diri kepada Tuhan, kita dapat memperoleh kekuatan untuk melewati setiap keadaan,” katanya.
Kegiatan bimbingan rohani di RS Hermina tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Medan dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyentuh berbagai sisi kehidupan masyarakat. Pelayanan tidak hanya berorientasi pada penyampaian pengetahuan keagamaan, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan pendampingan bagi masyarakat yang sedang berada dalam situasi membutuhkan penguatan. Kehadiran penyuluh di lingkungan rumah sakit diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pasien maupun keluarga, khususnya dalam menjaga ketenangan hati dan keteguhan iman selama menjalani proses perawatan.
Melalui pelayanan tersebut, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Medan terus berupaya menjalankan peran sebagai pendamping masyarakat dalam berbagai kondisi kehidupan. Penguatan iman, doa, kesabaran, dan pengharapan menjadi pesan utama yang terus ditanamkan agar pasien mampu menjalani masa sulit dengan hati yang lebih tenang dan penuh keyakinan. “Semoga melalui bimbingan rohani ini, pasien mendapatkan kekuatan, ketenangan, dan pengharapan untuk terus menjalani proses perawatan. Kita percaya bahwa Tuhan selalu hadir dalam setiap keadaan dan tidak pernah meninggalkan umat-Nya,” pungkas Verawati.

