PAI KUA Medan Johor Gelar Maulid Nabi, Dorong Siswa Miliki Kecerdasan Spiritual dan Intelektual

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Medan Johor, AlHuda, S.Sos.I., menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di salah satu SMP swasta yang berlokasi di Jalan Medan Area Selatan, Kota Medan, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW kepada para siswa, khususnya dalam membangun kecerdasan yang seimbang antara spiritual dan intelektual.

Dalam penyampaian materinya, AlHuda mengangkat tema “Melalui Peringatan Maulid Nabi Melahirkan Sifat Fathonah”. Ia menjelaskan bahwa sifat fathonah yang dimiliki Rasulullah SAW merupakan salah satu keteladanan yang penting untuk diterapkan oleh generasi muda. Kecerdasan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami pelajaran, tetapi juga harus diiringi dengan kecerdasan spiritual yang membentuk sikap, akhlak, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi menjadi momentum bagi kita untuk meneladani akhlak dan kecerdasan beliau dalam kehidupan sehari-hari,” pesan AlHuda.

Menurutnya, para siswa sebagai generasi penerus perlu membiasakan diri untuk terus belajar, berpikir positif, dan meningkatkan kemampuan dalam menghadapi berbagai tantangan. Namun, kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai agama agar ilmu yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, sekolah, dan masyarakat.

AlHuda juga mengajak para siswa menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membangun karakter. Sikap jujur, amanah, cerdas, dan mampu menyampaikan kebaikan merupakan nilai-nilai yang dapat diterapkan sejak dini melalui kebiasaan belajar, disiplin, menghormati guru dan orang tua, serta menjaga hubungan baik dengan sesama.

Sementara itu, Kepala Sekolah, Drs. H. Triyadi, dalam sambutannya mengajak seluruh siswa untuk senantiasa menjaga nama baik sekolah dengan menunjukkan perilaku yang baik, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat. Menurutnya, prestasi akademik perlu diimbangi dengan karakter dan akhlak yang baik sebagai bagian dari keberhasilan pendidikan.

“Anak-anak harus senantiasa menjaga nama baik sekolah dengan menunjukkan sikap dan perilaku yang mencerminkan akhlak mulia. Jadilah siswa yang tidak hanya memiliki prestasi, tetapi juga memiliki sikap yang baik dan mampu menghargai guru, orang tua, serta sesama,” ujar Triyadi.

Suasana peringatan Maulid Nabi semakin khidmat ketika para siswa dan siswi bersama-sama melantunkan shalawat Nabi. Lantunan shalawat tersebut menghadirkan suasana sejuk dan penuh kekhusyukan, sekaligus menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda kepada Rasulullah SAW.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada seremonial peringatan Maulid Nabi, tetapi dapat menjadi sarana pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan bagi para siswa. Melalui keteladanan Rasulullah SAW, para siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki kecerdasan spiritual dan intelektual, berakhlak mulia, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *