Medan (Humas) – Masa remaja merupakan fase transisi dari anak-anak menuju dewasa. Pada usia sekolah, khususnya 12 – 19 tahun, remaja rentan terhadap berbagai pengaruh lingkungan, seperti pergaulan bebas, perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, hingga pernikahan dini. Karena itu, Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) Kementerian Agama hadir untuk memberikan pembekalan mental, penguatan karakter, serta edukasi keagamaan dan kesehatan reproduksi bagi generasi muda.
Hal tersebut dilakukan Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., melalui kegiatan bimbingan remaja usia sekolah di SMA Swasta Panca Budi Medan, Jalan Gatot Subroto Km 4,5 (Simpang Tanjung), Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Rabu, 16 September 2026. Kegiatan tersebut didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan (WKS 3), Adlin Khairi Sitepu, S.Pd., yang turut memberikan arahan kepada para siswa.
Dalam bimbingannya, Paidi mengajak para siswa memahami bahwa kebahagiaan hidup sebagaimana doa Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui ikhtiar. Menurutnya, salah satu bentuk ikhtiar yang dapat dilakukan remaja saat ini adalah belajar dengan sungguh-sungguh dan menjaga diri dari berbagai aktivitas yang dapat merusak kesehatan, mental, serta masa depan.
“Untuk mendapatkan kebahagiaan hidup tidak cukup hanya dengan ucapan lisan, tetapi harus dibarengi dengan ikhtiar. Salah satu ikhtiar di usia kalian sekarang adalah belajar dan menuntut ilmu dengan fokus, serta tidak mengikuti kegiatan yang dapat merusak kesehatan dan mental,” ujar Paidi.
Paidi juga mengingatkan para siswa agar berhati-hati dalam memilih lingkungan pergaulan. Ia menilai pergaulan yang salah dapat menyeret remaja kepada penyalahgunaan narkoba, perilaku asusila, dan berbagai tindakan yang berpotensi menyebabkan mereka kehilangan kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan. “Jangan sampai salah pergaulan membuat kalian terjerumus pada narkoba atau perbuatan asusila sehingga tidak tamat SMA. Pendidikan harus terus ditingkatkan, bukan hanya sampai sarjana strata satu, tetapi dapat dilanjutkan ke strata dua, strata tiga, bahkan profesor. Semakin tinggi pendidikan dan ilmu yang dimiliki, semakin luas pula peluang seseorang untuk berkarya dan mendapatkan pekerjaan,” tambahnya.
Sementara itu, Adlin Khairi Sitepu mengingatkan para siswa agar cerdas dalam memilih teman dan lingkungan pergaulan. “Saya mengingatkan kepada para siswa untuk tidak salah dalam pergaulan dan pintar memilih kawan. Jika kawan kita salah, bisa jadi kehidupan kita juga akan menjadi susah,” ungkap Adlin. Ia berharap para siswa mampu membangun pertemanan yang positif, saling mendukung dalam belajar, serta menjauhi berbagai perilaku yang dapat menghambat masa depan.
Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi peran Penyuluh Agama Islam yang terus memberikan pembinaan kepada generasi muda. “Kami sangat mengapresiasi para penyuluh agama yang tidak mengenal lelah untuk senantiasa membina generasi muda dengan menanamkan ilmu agama serta pengetahuan lainnya. Semua ini tidak akan sia-sia. Yakinlah, apabila kebaikan yang kita tanam untuk orang lain, Allah SWT akan membalasnya dengan kebaikan yang lainnya kepada diri kita,” ujar Agus Salim.
Kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah di SMA Panca Budi menjadi salah satu upaya KUA Medan Sunggal dalam memperkuat karakter dan ketahanan diri generasi muda. Melalui pembinaan keagamaan, pendidikan, serta penguatan kesadaran dalam memilih pergaulan, para siswa diharapkan mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif dan terus berusaha meraih masa depan melalui pendidikan dan perilaku yang positif.(Paidi).

