Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan Edukasi Keluarga Sakinah melalui Siaran Radio

Medan (Humas) — Edukasi keagamaan kepada masyarakat terus dikembangkan melalui berbagai sarana komunikasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, salah satunya melalui siaran radio. Penyampaian materi keagamaan melalui media tersebut dilakukan dengan menghadirkan pembahasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk mengenai kehidupan keluarga. Menjelang waktu Maghrib, edukasi tersebut dikemas dalam penyuluhan agama yang mengangkat tema keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Materi ini juga diarahkan untuk membangun pemahaman tentang konsep Baiti Jannati sebagai gambaran keluarga yang dilandasi keimanan, kasih sayang, dan ketenteraman.

Penyuluhan tersebut disampaikan melalui Radio Aqila 102.6 FM Medan pada Jumat (18/9/2026). Dalam kesempatan itu, Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan Muhammad Fathul Husni, S.H.I. menyampaikan pentingnya membangun keluarga dengan landasan agama dan komunikasi yang baik. Menurutnya, keluarga yang harmonis tidak terbentuk hanya dari terpenuhinya kebutuhan materi, tetapi juga dari sikap saling memahami dan menghargai. “Keluarga sakinah, mawaddah, warahmah bukan hanya tentang kehidupan rumah tangga yang tenang, tetapi bagaimana suami dan istri bersama-sama membangun keluarga yang berlandaskan iman dan kasih sayang,” ujarnya.

Pembahasan selanjutnya menekankan bahwa sakinah, mawaddah, dan rahmah perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari di lingkungan keluarga. Suami dan istri diharapkan mampu menjaga komunikasi, saling menghormati, serta menghadapi persoalan rumah tangga dengan kesabaran dan musyawarah. Selain itu, perbedaan yang muncul dalam keluarga tidak semestinya menjadi alasan untuk saling menyalahkan, melainkan menjadi kesempatan untuk mencari penyelesaian bersama. Sikap tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana rumah yang nyaman dan penuh ketenteraman.

Konsep Baiti Jannati juga menjadi bagian dari materi penyuluhan dengan menekankan bahwa rumah dapat menjadi tempat tumbuhnya nilai-nilai kebaikan dan keimanan. Keluarga diharapkan tidak hanya menjadi tempat beristirahat, tetapi juga ruang untuk membangun kebiasaan beribadah, mendidik anak, serta menumbuhkan kasih sayang antarsesama anggota keluarga. Peran orang tua menjadi penting dalam memberikan contoh melalui ucapan dan perbuatan yang baik. Dengan demikian, keharmonisan keluarga dapat dibangun melalui kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten.

Sementara itu, penyampaian penyuluhan melalui radio menjadi salah satu cara memperluas jangkauan edukasi keagamaan kepada masyarakat. Media radio memungkinkan pesan-pesan keagamaan disampaikan secara ringan dan mudah diterima oleh pendengar di berbagai aktivitas sehari-hari. Materi mengenai keluarga juga dinilai relevan karena menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung. Senada dengan hal itu, penguatan keluarga melalui nilai agama diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap terbentuknya lingkungan masyarakat yang lebih harmonis.

Kegiatan penyuluhan tersebut menjadi bagian dari upaya Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan dalam menyampaikan edukasi keagamaan secara adaptif melalui berbagai media. Pemanfaatan radio dapat menjadi sarana untuk mendekatkan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat dengan bahasa yang komunikatif dan kontekstual. Materi tentang keluarga sakinah diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan nilai keimanan, kasih sayang, saling menghargai, dan komunikasi dalam kehidupan rumah tangga. Upaya tersebut sekaligus memperkuat peran penyuluhan agama dalam mendukung terbentuknya keluarga yang harmonis dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *