Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Area, Amri Sembiring, S.H.I., memberikan pembinaan keagamaan kepada pegawai dan staf Balai Wilayah Sungai Sumatera (BBWS) di Jalan H. Nasution, Medan, depan Asrama Haji Medan, Kamis (24/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Amri menyampaikan materi bertema “Tempat Doa Nabi yang Perlu Kita Cermati” sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman keagamaan di lingkungan kerja. Materi yang disampaikan menyoroti empat perkara yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk senantiasa dimohonkan perlindungannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pembinaan tersebut diikuti peserta dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan.
Dalam penyampaiannya, Amri menjelaskan bahwa doa merupakan bentuk ketundukan sekaligus kesadaran seorang hamba bahwa manusia memiliki keterbatasan dan membutuhkan pertolongan Allah. Ia mengajak peserta untuk tidak hanya memahami doa sebagai permohonan, tetapi juga menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari. “Kita bekerja dengan ikhtiar, tetapi hasil akhirnya tetap kita serahkan kepada Allah,” ujar Amri. Menurutnya, ikhtiar yang dilakukan dengan sungguh-sungguh perlu disertai doa agar setiap pekerjaan senantiasa berada dalam pengharapan kepada Allah.
Amri kemudian menguraikan empat perkara yang perlu dimohonkan perlindungan kepada Allah sebagaimana diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Pertama, memohon perlindungan dari azab Neraka Jahanam, kedua dari siksa kubur, ketiga dari fitnah kehidupan dunia dan fitnah ketika menghadapi kematian, serta keempat dari fitnah Dajjal. “Empat perkara ini perlu kita cermati dalam doa, karena Rasulullah mengajarkan umatnya untuk memohon perlindungan kepada Allah dari berbagai fitnah dan kesulitan tersebut,” tuturnya. Selain itu, ia mengingatkan peserta agar memahami makna doa yang dipanjatkan sehingga tidak sekadar mengucapkannya, tetapi juga berusaha menerapkan pesan yang terkandung di dalamnya.
Lebih lanjut, Amri menjelaskan bahwa permohonan perlindungan dari azab Neraka Jahanam dan siksa kubur menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk mempersiapkan kehidupan akhirat. Sementara itu, permohonan perlindungan dari fitnah kehidupan dunia dan kematian mengajarkan manusia agar senantiasa memohon keteguhan iman ketika menghadapi berbagai ujian. “Kehidupan dunia adalah tempat ujian, sehingga kita perlu memohon kepada Allah agar diberikan keteguhan dalam menghadapi setiap cobaan,” ungkapnya. Senada dengan hal itu, perlindungan dari fitnah Dajjal juga menjadi pengingat pentingnya menjaga keimanan dan memperkuat pemahaman terhadap ajaran agama.
Selain menyampaikan materi tentang doa, Amri mengajak peserta untuk menghubungkan pesan keagamaan tersebut dengan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sehari-hari. Menurutnya, kesibukan bekerja tidak seharusnya membuat seseorang melupakan kewajiban untuk mengingat Allah dan memohon keberkahan dalam setiap amanah. “Kita merencanakan dengan sebaik-baiknya, namun tetap menyadari bahwa pertolongan Allah adalah sesuatu yang senantiasa kita butuhkan,” katanya. Selain itu, ia menekankan bahwa keberhasilan tidak semata-mata diukur dari pencapaian duniawi, tetapi juga dari sejauh mana pekerjaan dapat memberikan manfaat dan bernilai ibadah.
Pembinaan keagamaan tersebut menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya doa dalam menjalani kehidupan. Materi yang disampaikan diharapkan dapat mendorong peserta untuk memperbaiki kualitas ibadah, meningkatkan ketakwaan, serta senantiasa melakukan introspeksi diri. Kehadiran Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Area juga menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi keagamaan yang relevan dengan kehidupan dan lingkungan kerja masyarakat. Melalui pembinaan tersebut, nilai-nilai keimanan diharapkan dapat semakin diterapkan dalam menjalankan tugas, menghadapi berbagai ujian, dan menjalani kehidupan sehari-hari.

