Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan Sampaikan Penyuluhan tentang Halalan Thoyyiban di Masjid Nurul Iman

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, Al Huda, melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan di Masjid Nurul Iman, Jalan Pasar Senen, Brigadir Jenderal Katamso, Medan, pada Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Halalan Thoyyiban” yang mengajak masyarakat memahami pentingnya mengonsumsi makanan dan minuman yang halal serta baik sesuai dengan tuntunan Islam. Penyuluhan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman umat mengenai penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin cermat dalam memilih sesuatu yang dikonsumsi serta memperhatikan aspek kehalalan dan manfaatnya bagi kesehatan.

Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan, Al Huda, menyampaikan bahwa konsep halalan thoyyiban memiliki makna penting dalam kehidupan seorang muslim. Menurutnya, halal berkaitan dengan ketentuan syariat, sedangkan thoyyib mengandung makna baik, bersih, aman, dan bermanfaat. “Melalui penyuluhan bertema Halalan Thoyyiban ini, saya berharap masyarakat semakin memahami bahwa apa yang dikonsumsi bukan hanya harus halal, tetapi juga baik dan bermanfaat bagi tubuh serta kehidupan kita,” ungkapnya. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan prinsip tersebut sebagai pedoman dalam menentukan makanan dan minuman bagi diri sendiri maupun keluarga.

Selain itu, pemahaman mengenai halalan thoyyiban perlu diterapkan melalui kebiasaan memeriksa bahan, proses pengolahan, serta kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Masyarakat juga perlu meningkatkan kesadaran untuk memilih produk yang sesuai dengan ketentuan halal dan memenuhi aspek keamanan pangan. Kebiasaan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan sekaligus menjalankan ajaran agama secara menyeluruh. Dengan pemahaman yang baik, umat diharapkan mampu menerapkan pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, penyuluhan keagamaan menjadi salah satu upaya Penyuluh Agama Islam dalam mendekatkan pesan-pesan Islam dengan kebutuhan masyarakat. Melalui penyampaian materi yang relevan, masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai hubungan antara ajaran agama, kesehatan, dan perilaku sehari-hari. Kegiatan di Masjid Nurul Iman ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kesadaran umat agar senantiasa memperhatikan ketentuan halal dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan demikian, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang pembelajaran dan penguatan pemahaman keagamaan.

Senada dengan hal itu, penerapan prinsip halalan thoyyiban merupakan bagian dari upaya membangun kehidupan muslim yang lebih baik dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Kesadaran memilih makanan yang halal dan baik diharapkan dapat dimulai dari lingkungan keluarga serta ditanamkan kepada generasi muda sejak dini. Selain memperhatikan kehalalan, masyarakat juga perlu mengutamakan kebersihan, keamanan, dan kecukupan gizi dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Upaya tersebut diharapkan mendukung terbentuknya kebiasaan hidup yang sehat sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap ajaran agama.

Kegiatan penyuluhan di Masjid Nurul Iman diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam memahami dan menerapkan konsep halalan thoyyiban. Pemahaman tersebut perlu terus diperkuat melalui edukasi keagamaan yang berkelanjutan dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan diharapkan terus berperan aktif dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang edukatif dan bermanfaat bagi umat. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, prinsip halal dan baik diharapkan menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan yang sehat, berkualitas, dan sesuai dengan tuntunan Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *