Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan kegiatan pendampingan kelompok remaja bagi Putra-Putri Altar Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal pada Minggu (11/10/2026), pukul 12.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal, Jalan Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, ini mengangkat materi “Etika dan Moral Seorang Putra-Putri Altar” sebagai upaya membentuk generasi muda Katolik yang berkarakter, disiplin, dan bertanggung jawab dalam pelayanan Gereja.
Pendampingan ini bertujuan membina karakter dan kepribadian para remaja agar mampu menjalankan tugas pelayanan liturgi dengan penuh tanggung jawab. Putra-Putri Altar tidak hanya dituntut memiliki keterampilan dalam membantu pelaksanaan Perayaan Ekaristi, tetapi juga diharapkan mampu menunjukkan sikap sopan, disiplin, rendah hati, serta menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Pembinaan tersebut menjadi bagian penting dalam menumbuhkan kesadaran bahwa pelayanan di Gereja harus berjalan seiring dengan pembentukan kepribadian yang baik.
Dalam penyampaian materi, para peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya etika dalam menjalankan tugas sebagai Putra-Putri Altar. Etika tersebut mencakup tata krama, sikap hormat, kepatuhan terhadap tata tertib liturgi, serta kesopanan dalam berinteraksi dengan imam, petugas liturgi, dan umat. Selain itu, para remaja juga diingatkan untuk menjaga sikap selama Perayaan Ekaristi, mengenakan pakaian pelayanan sesuai ketentuan, serta melaksanakan setiap tugas dengan tertib dan penuh perhatian.
Aspek moral turut menjadi perhatian dalam kegiatan pendampingan tersebut. Para peserta diajak menanamkan nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, kesetiaan, kerendahan hati, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya diterapkan ketika berada di lingkungan Gereja, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan keluarga, sekolah, dan pergaulan sehari-hari. Dengan demikian, pembinaan ini diharapkan mampu membantu para remaja bertumbuh menjadi pribadi yang memiliki integritas serta mampu membangun hubungan yang baik dengan orang lain.
Roni dalam pernyataannya menyampaikan bahwa menjadi Putra-Putri Altar bukan sekadar menjalankan tugas selama Perayaan Ekaristi, melainkan juga merupakan bentuk pengabdian kepada Tuhan dan Gereja yang harus dilandasi iman serta ketulusan hati. “Putra-Putri Altar hendaknya tidak hanya terampil dalam pelayanan di altar, tetapi juga memiliki etika, moral yang baik, disiplin, dan tanggung jawab sehingga dapat menjadi teladan bagi sesama,” ungkap Roni. Ia berharap para peserta terus belajar, memperbaiki diri, dan menerapkan nilai-nilai Kristiani dalam setiap aspek kehidupan.
Melalui kegiatan pendampingan ini, Penyuluh Agama Katolik Kemenag Medan berharap Putra-Putri Altar Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal semakin memahami makna pelayanan yang sesungguhnya serta mampu mengembangkan karakter yang kuat dan berlandaskan nilai-nilai Kristiani. Pembinaan yang berkelanjutan diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya aktif dalam kehidupan menggereja, tetapi juga menjadi pribadi yang santun, peduli, dan bertanggung jawab di tengah masyarakat. Dengan semangat pelayanan dan keteladanan, para remaja diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi Gereja, keluarga, dan lingkungan sekitarnya.

