Penyuluh Agama Katolik Kemenag Medan Perkuat Pemahaman Iman Katekumen melalui Materi Lingkaran Tahun Liturgi Gereja Katolik

Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan kegiatan pendampingan katekumen pada Sabtu (10/10/2026), pukul 08.00 WIB, bertempat di Aula Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal, Jalan Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal. Kegiatan ini mengangkat materi “Lingkaran Tahun Liturgi dalam Gereja Katolik” dengan peserta Fitri Silalahi dan Daud Tarigan yang sedang mengikuti proses pembinaan sebagai katekumen. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan iman untuk membantu calon umat Katolik mengenal lebih dekat ajaran, tradisi, dan kehidupan menggereja.

Pendampingan tersebut bertujuan memberikan pemahaman dasar kepada para katekumen mengenai tahun liturgi sebagai bagian penting dalam perjalanan iman Gereja Katolik. Melalui materi yang disampaikan, peserta diajak memahami bagaimana Gereja merayakan dan mengenangkan karya keselamatan Allah melalui rangkaian masa dan perayaan liturgi sepanjang tahun. Pemahaman ini diharapkan dapat membantu para katekumen menghayati iman secara lebih mendalam serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya mengikuti kehidupan liturgis Gereja.

Dalam kegiatan tersebut, dijelaskan bahwa lingkaran tahun liturgi Gereja Katolik mencakup Masa Adven, Masa Natal, Masa Biasa, Masa Prapaskah, dan Masa Paskah, yang kemudian dilanjutkan dengan Masa Biasa. Setiap masa memiliki ciri khas, warna liturgi, dan makna rohani tersendiri yang membantu umat memahami perjalanan hidup Yesus Kristus serta karya keselamatan Allah. Melalui rangkaian perayaan tersebut, umat diajak untuk tidak hanya mengenang peristiwa-peristiwa iman, tetapi juga menghayati maknanya dalam kehidupan sehari-hari.

Para katekumen juga mendapatkan penjelasan mengenai makna setiap masa liturgi. Masa Adven merupakan waktu persiapan menyambut kedatangan Kristus, sedangkan Masa Natal merayakan kelahiran-Nya. Masa Prapaskah mengajak umat melakukan pertobatan, refleksi diri, dan pembaruan hidup, sementara Masa Paskah merayakan kebangkitan Kristus serta kemenangan-Nya atas dosa dan maut. Adapun Masa Biasa menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin mendalami ajaran dan karya Yesus serta menerapkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat.

Roni menyampaikan bahwa pemahaman mengenai lingkaran tahun liturgi sangat penting bagi para katekumen sebagai bekal untuk bertumbuh dalam iman dan mengenal kehidupan Gereja Katolik. “Tahun liturgi bukan sekadar kalender Gereja, melainkan perjalanan iman yang mengajak kita semakin mengenal Kristus dan menghidupi ajaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Roni. Melalui pendampingan ini, Fitri Silalahi dan Daud Tarigan diharapkan semakin memahami makna perayaan liturgi, sehingga dapat mengikuti Perayaan Ekaristi dan kegiatan Gereja dengan penghayatan iman yang lebih baik.

Kegiatan pendampingan katekumen ini menjadi bagian dari komitmen Penyuluh Agama Katolik Kemenag Medan dalam melaksanakan pembinaan iman secara berkelanjutan. Dengan memahami lingkaran tahun liturgi, para katekumen diharapkan semakin mengenal tradisi dan ajaran Gereja Katolik, mempersiapkan diri dalam perjalanan iman, serta membangun keterlibatan aktif dalam kehidupan menggereja. Melalui pembinaan yang berkesinambungan, diharapkan tumbuh umat Katolik yang semakin matang dalam iman, mampu menghayati nilai-nilai Kristiani, dan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *