Penyuluh Agama Katolik Kemenag Medan Dampingi Katekumen Paroki Hayam Wuruk Perdalam Pemahaman Kanon Kitab Suci

Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Roni Antonius Sitanggang, melaksanakan pendampingan iman bagi para katekumen Paroki Santo Antonius dari Padua Hayam Wuruk Medan, Minggu (11/10/2026), pukul 18.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di Aula Gereja Paroki Santo Antonius dari Padua, Jalan Hayam Wuruk No. 3, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, ini mengangkat materi tentang Kanon Kitab Suci sebagai upaya memperkuat pemahaman peserta terhadap dasar-dasar iman Katolik.

Kegiatan pendampingan ini merupakan bagian dari pembinaan iman yang bertujuan membantu para katekumen mengenal lebih dalam Kitab Suci dan ajaran Gereja Katolik. Melalui pembelajaran tersebut, peserta diajak memahami pentingnya Kitab Suci sebagai sumber iman, pedoman hidup, serta landasan dalam menjalani kehidupan Kristiani. Pendampingan ini juga menjadi sarana untuk membangun pemahaman iman yang lebih terarah sebelum para katekumen melanjutkan perjalanan mereka dalam Gereja Katolik.

Dalam pemaparan materi, Roni menjelaskan bahwa kanon Kitab Suci merupakan kumpulan kitab yang diakui Gereja sebagai bagian dari Kitab Suci yang diilhami oleh Allah. Kitab Suci Katolik terdiri atas Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, yang memuat kisah karya keselamatan Allah serta hubungan-Nya dengan manusia. Pemahaman mengenai kanon ini penting agar para katekumen dapat mengenali susunan Kitab Suci dan memahami kedudukannya dalam kehidupan serta pengajaran Gereja.

Para katekumen juga memperoleh penjelasan mengenai jumlah kitab dalam Kitab Suci Katolik, yakni sebanyak 73 kitab, yang terdiri atas 46 kitab Perjanjian Lama dan 27 kitab Perjanjian Baru. Roni turut menerangkan bahwa jumlah tersebut berkaitan dengan penerimaan kitab-kitab Deuterokanonika dalam kanon Perjanjian Lama Gereja Katolik. Dengan pemahaman ini, peserta diharapkan semakin mengenal kekayaan tradisi Kitab Suci serta memahami karakteristik kanon yang digunakan dalam Gereja Katolik.

Lebih lanjut, para peserta diajak untuk tidak hanya mengenal Kitab Suci dari segi susunan dan jumlah kitab, tetapi juga menghayatinya sebagai Sabda Allah yang menuntun kehidupan umat beriman. Membaca dan merenungkan Kitab Suci perlu dilakukan dengan memperhatikan konteks, tradisi iman, serta bimbingan pengajaran Gereja Katolik. Dalam pendampingan tersebut, para katekumen didorong untuk menjadikan Sabda Tuhan sebagai sumber inspirasi dalam membangun sikap kasih, kepedulian, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Roni Antonius Sitanggang menyampaikan bahwa pendalaman materi kanon Kitab Suci diharapkan menjadi langkah penting bagi para katekumen untuk bertumbuh dalam iman dan semakin mengenal ajaran Gereja Katolik. “Saya berharap para katekumen semakin mencintai Kitab Suci, tekun membaca dan merenungkan Sabda Tuhan, serta mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Medan diharapkan terus berkontribusi dalam pembinaan umat melalui pendampingan keagamaan yang edukatif, berkesinambungan, dan mendorong pertumbuhan iman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *