Perkuat Peran Keluarga, Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan Dorong Pembentukan Generasi Tangguh

Medan (Humas) – Keluarga memiliki peran mendasar dalam mempersiapkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depan. Pentingnya tanggung jawab tersebut menjadi pesan utama dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) yang disampaikan Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, Masdar Tambusai, S.Ag., kepada kelompok pengajian ibu-ibu Perwiritan Pelita di Medan Tembung, Sabtu (10/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Masdar mengangkat Surah An-Nisa ayat 9 yang mengingatkan umat Islam agar tidak meninggalkan keturunan dalam keadaan lemah, sekaligus mendorong orang tua untuk mempersiapkan masa depan anak melalui pendidikan, pembinaan akhlak, dan penguatan nilai-nilai agama. Melalui penyuluhan ini, para peserta diajak memahami bahwa membentuk generasi tangguh bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga membangun fondasi spiritual, mental, dan karakter anak sejak dini.

Masdar Tambusai menjelaskan bahwa Surah An-Nisa ayat 9 mengingatkan umat Islam agar memperhatikan masa depan keturunan dan tidak meninggalkan generasi dalam keadaan lemah. Menurutnya, tanggung jawab orang tua tidak hanya memenuhi kebutuhan anak, tetapi juga memberikan pendidikan, kasih sayang, dan bimbingan agama secara berkelanjutan. “Melalui Surah An-Nisa ayat 9, kita diingatkan agar tidak meninggalkan keturunan yang lemah, sehingga keluarga harus mempersiapkan anak-anak dengan pendidikan yang baik, menanamkan nilai-nilai agama, dan membimbing mereka menjadi generasi yang tangguh serta bertanggung jawab,” ungkapnya. Ia berharap materi yang disampaikan dapat meningkatkan kesadaran para peserta tentang pentingnya menjalankan peran keluarga dalam mempersiapkan masa depan anak.

Selain itu, pembentukan generasi tangguh perlu dimulai dari lingkungan keluarga melalui kebiasaan baik yang diterapkan secara konsisten. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk menanamkan kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, serta semangat belajar kepada anak sejak dini. Pendidikan agama juga perlu berjalan beriringan dengan pendidikan formal agar anak memiliki landasan moral yang kuat dalam menentukan sikap dan mengambil keputusan. Dengan pendampingan yang tepat, keluarga dapat menjadi tempat pertama bagi anak untuk belajar menghadapi kesulitan dan mengembangkan potensi dirinya.

Sementara itu, peran ibu dalam keluarga menjadi salah satu unsur penting dalam membentuk kepribadian dan karakter anak. Melalui perhatian, komunikasi yang terbuka, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari, ibu dapat membantu menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada anak. Para peserta pengajian juga diharapkan mampu menerapkan pemahaman keagamaan dalam pola pengasuhan agar anak tumbuh dengan keimanan dan rasa tanggung jawab. Upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun keluarga yang mampu mendukung perkembangan generasi yang sehat, mandiri, dan berakhlak mulia.

Senada dengan hal itu, kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai tanggung jawab keluarga berdasarkan ajaran Islam. Pembahasan Surah An-Nisa ayat 9 memberikan pengingat bahwa masa depan keturunan perlu dipersiapkan melalui perhatian terhadap pendidikan, kesejahteraan, dan pembinaan akhlak. Melalui pengajian, para peserta dapat memperluas wawasan sekaligus berbagi pemahaman mengenai tantangan dalam mendidik anak di tengah perkembangan zaman. Dengan demikian, kegiatan penyuluhan diharapkan dapat mendorong keluarga untuk lebih aktif membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Kegiatan penyuluhan kepada pengajian ibu-ibu Perwiritan Pelita Medan Tembung ini diharapkan memberikan manfaat dalam memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembentukan generasi tangguh. Pemahaman terhadap Surah An-Nisa ayat 9 diharapkan dapat mendorong orang tua untuk semakin peduli terhadap pendidikan, keimanan, dan masa depan anak-anak mereka. Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan diharapkan terus berperan aktif dalam memberikan pembinaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui keluarga yang kuat dan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai agama, diharapkan lahir generasi yang beriman, berilmu, mandiri, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *