Medan (Humas) — Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Yose Rizal, S.Ag., M.M., menghadiri kegiatan Penguatan Mutu Madrasah melalui Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pendidikan Inklusi yang berlangsung di Gedung Dahlia, UPT Pertanian Sumatera Utara, Senin (12/10). Kegiatan tersebut mengangkat tema implementasi KBC melalui aplikasi MAGIS sekaligus sosialisasi madrasah inklusif. Acara ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan madrasah yang bermutu, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Kehadiran Yose Rizal menunjukkan dukungan Kemenag Kota Medan terhadap penguatan mutu pendidikan madrasah yang mengedepankan nilai-nilai cinta, kepedulian, dan kesetaraan.
Dalam kegiatan tersebut, Yose Rizal hadir bersama Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Nasional dan Ketua Forum Pendidik Madrasah Inklusi Nasional. Sejumlah materi disampaikan untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dan penyelenggaraan pendidikan inklusif di lingkungan madrasah. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat memahami pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang ramah bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali. Selain itu, penguatan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan madrasah.
Yose Rizal menyampaikan bahwa penguatan mutu madrasah perlu diiringi dengan komitmen untuk menghadirkan pembelajaran yang humanis dan menghargai keberagaman peserta didik. Menurutnya, penerapan Kurikulum Berbasis Cinta perlu diwujudkan melalui proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memperhatikan pembentukan karakter, sikap empati, dan kepedulian terhadap sesama. Ia juga menekankan pentingnya peran guru dalam menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka. “Kurikulum Berbasis Cinta menjadi salah satu pendekatan penting dalam membangun suasana pembelajaran yang penuh kasih sayang, menghargai perbedaan, serta memberikan ruang bagi setiap peserta didik untuk berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, penerapan pendidikan inklusi menjadi perhatian penting dalam mewujudkan layanan pendidikan yang adil dan setara. Setiap peserta didik memiliki karakteristik, potensi, serta kebutuhan belajar yang berbeda sehingga memerlukan pendekatan pembelajaran yang sesuai. Yose Rizal menilai bahwa madrasah perlu terus meningkatkan kesiapan pendidik, sarana prasarana, serta metode pembelajaran agar mampu mengakomodasi keberagaman tersebut. “Pendidikan inklusi harus menjadi komitmen bersama agar setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih prestasi sesuai dengan potensinya,” tambahnya.
Senada dengan hal itu, kehadiran Ketua Pokjawas Nasional dan Ketua Forum Pendidik Madrasah Inklusi Nasional memberikan ruang penguatan wawasan serta pertukaran pengalaman dalam pengembangan pendidikan madrasah. Pembahasan mengenai implementasi KBC melalui aplikasi MAGIS juga diharapkan dapat mendorong pemanfaatan pendekatan pembelajaran yang lebih terarah dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Selain itu, sosialisasi madrasah inklusif menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bersama mengenai pentingnya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan tidak diskriminatif. Sinergi antara pengelola madrasah, pengawas, dan pendidik diperlukan agar berbagai gagasan yang disampaikan dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Kemenag Kota Medan diharapkan semakin memperkuat komitmennya dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan madrasah. Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan pendidikan inklusi perlu didukung dengan perencanaan, pendampingan, serta evaluasi yang berkesinambungan. Upaya tersebut sejalan dengan tujuan mewujudkan madrasah yang bermutu, ramah anak, menghargai keberagaman, dan memberikan kesempatan belajar bagi semua. Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, madrasah diharapkan mampu menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kuat dalam karakter dan nilai-nilai kemanusiaan.

