Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, Drs. H. Fuji Ma, memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada warga binaan rehabilitasi penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) di Medan Plus, Jalan Jamin Ginting atau Jalan Pasar 7 Nomor 45, Kelurahan Beringin, Kota Medan, pada Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kota Medan, Suriadi, S.Ag., M.A., serta Penyuluh Agama Islam KUA Medan Tembung, Hermansyah, Lc.
Kegiatan tersebut bertujuan memberikan motivasi spiritual dan memperkuat keimanan warga binaan dalam menjalani proses rehabilitasi.
Kegiatan diawali dengan bimbingan dan motivasi yang disampaikan oleh Ketua Pokjaluh Kota Medan, Suriadi, S.Ag., M.A. Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa setiap manusia pasti menghadapi ujian dan cobaan dalam kehidupan. Menurutnya, setiap persoalan hendaknya dihadapi dengan kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan kepada Allah SWT. “Hidup yang kita jalani akan selalu diiringi ujian atau masalah. Setiap manusia pasti mendapatkan cobaan. Namun, sebagai seorang muslim, kita harus berusaha melewati ujian tersebut dengan baik agar Allah SWT mengangkat derajat kita,” ujar Suriadi. Ia juga mengajak warga binaan agar tidak mudah menyerah dan menjadikan setiap ujian sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.
Selanjutnya, Drs. H. Fuji Ma menyampaikan bimbingan mengenai pentingnya kemauan dan tekad yang kuat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Ia mengingatkan bahwa perubahan harus dimulai dari kesadaran diri, disertai usaha yang sungguh-sungguh dan doa kepada Allah SWT. “Allah SWT tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Karena itu, setiap warga binaan harus memiliki niat yang kuat untuk berubah, meninggalkan kebiasaan buruk, dan membangun kehidupan yang lebih baik,” ungkap Fuji. Ia berharap pesan tersebut dapat menumbuhkan semangat baru bagi warga binaan untuk menjalani proses pemulihan dan menata masa depan yang lebih positif.
Bimbingan kemudian dilanjutkan oleh Hermansyah, Lc., Penyuluh Agama Islam KUA Medan Tembung. Dalam penyampaiannya, ia mengajak warga binaan untuk senantiasa berhijrah menuju jalan yang diridai Allah SWT dengan memulai kebiasaan-kebiasaan baik, meskipun dari hal-hal kecil. Ia juga menekankan pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang positif, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta memperbanyak doa. “Mari kita mulai perubahan dari amalan-amalan kecil, membiasakan diri berteman dengan orang-orang yang baik, dan senantiasa berdoa memohon pertolongan Allah SWT agar diberikan kekuatan serta kesembuhan,” tutur Hermansyah. Ia mengingatkan bahwa proses pemulihan membutuhkan kesabaran, komitmen, dan dukungan dari lingkungan yang baik.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas konsistensi para penyuluh agama Islam dalam mendampingi warga binaan rehabilitasi NAPZA di Medan Plus. Menurutnya, pendampingan keagamaan merupakan salah satu upaya untuk memperkuat mental dan spiritual warga binaan agar lebih optimistis dalam menjalani proses pemulihan. “Kami sangat mengapresiasi para penyuluh agama Islam yang terus konsisten memberikan bimbingan kepada warga binaan korban penyalahgunaan NAPZA. Semoga kehadiran penyuluh agama dapat memberikan manfaat, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan semangat mereka untuk pulih dan kembali menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujar Agus Salim.
Kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini menjadi bentuk nyata kepedulian penyuluh agama terhadap warga binaan yang sedang menjalani rehabilitasi. Melalui penyampaian nasihat keagamaan, motivasi, serta penguatan nilai-nilai spiritual, para penyuluh berupaya menumbuhkan kesadaran bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Pendekatan spiritual tersebut diharapkan dapat berjalan seiring dengan program rehabilitasi dan pendampingan profesional, sehingga warga binaan memperoleh dukungan yang menyeluruh dalam proses pemulihan.
Bimbingan dan penyuluhan keagamaan yang dilaksanakan oleh para penyuluh KUA Medan Sunggal dan KUA Medan Tembung bersama Pokjaluh Kota Medan di Medan Plus diharapkan mampu membangkitkan semangat warga binaan untuk meninggalkan ketergantungan NAPZA, memperkuat keimanan, serta membangun tekad untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat dan bermakna. Dengan kesabaran, doa, usaha yang berkelanjutan, dukungan keluarga, lingkungan positif, serta pendampingan rehabilitasi yang tepat, warga binaan diharapkan dapat menjalani proses pemulihan dan kembali berperan secara positif di tengah masyarakat.(Paidi).

