Penyuluh Agama KUA Medan Sunggal Bimbing Warga Binaan Polsek Sunggal

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, Drs. H. Fuji, M.A. dan Paidi, S.Ag., memberikan bimbingan dan penyuluhan agama kepada warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Polsek Sunggal, Rabu (14/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Mapolsek Sunggal, Jalan Tahi Bonar Simatupang Nomor 240, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, ini bertujuan mengajak warga binaan untuk senantiasa berbuat baik, memperbaiki diri, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh Drs. H. Fuji, M.A. yang mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki pilihan untuk menjalani kehidupan sebagai orang baik atau sebaliknya. Menurutnya, pilihan tersebut akan menentukan ketenangan dan kebahagiaan dalam kehidupan seseorang. “Jika kita memilih menjadi orang baik, yakinlah rahmat Allah SWT akan kita dapatkan berupa ketenangan dan kebahagiaan hidup. Sebaliknya, jika kita memilih jalan kejahatan, kesusahan, kegelisahan, dan stres dapat menyelimuti kehidupan kita,” ujar Fuji. Ia mengajak warga binaan menjadikan masa yang sedang dijalani sebagai kesempatan untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.

Selanjutnya, Paidi, S.Ag. menyampaikan pesan keagamaan dengan mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang artinya, “Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan.” Ia menjelaskan bahwa ajaran Islam mendorong setiap Muslim untuk berkompetisi dalam melakukan amal saleh, bukan bekerja sama dalam perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Menurut Paidi, berbuat baik kepada sesama, menghormati dan menyayangi kedua orang tua, serta membantu orang yang membutuhkan merupakan bagian dari upaya meraih keberkahan hidup. “Kebaikan akan dibalas dengan kebaikan, begitu juga kejahatan akan membawa konsekuensi buruk bagi pelakunya. Karena itu, marilah kita memilih jalan kebaikan agar kehidupan kita menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Paidi mengingatkan bahwa kebiasaan buruk, seperti penyalahgunaan narkoba, kecanduan judi daring, tindakan anarkis, dan perilaku kriminal, dapat membawa dampak buruk bagi masa depan seseorang. Ia mengajak warga binaan agar tidak terus terpuruk dalam kesalahan masa lalu, melainkan menjadikan pengalaman yang sedang dihadapi sebagai pelajaran berharga. Menurutnya, perubahan harus dimulai dari niat yang tulus untuk meninggalkan keburukan dan membangun kehidupan yang lebih bermakna. “Hal pertama yang harus kita ubah adalah niat, yakni niat untuk menjadi orang baik dan berhenti menjalani kehidupan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tambah Paidi.

Paidi juga menyampaikan empat langkah yang dapat dilakukan untuk memperbaiki diri. Pertama, menanamkan niat yang kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kedua, membiasakan diri melakukan ibadah dan amal saleh, mulai dari bersedekah, melaksanakan salat, hingga membaca Al-Qur’an. Ketiga, memilih lingkungan pertemanan yang positif, yakni orang-orang yang taat beribadah, berperilaku baik, dan memiliki semangat membangun masa depan. Keempat, senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa dan tawakal. Ia berharap langkah-langkah tersebut dapat menumbuhkan kecintaan kepada Allah SWT sekaligus membentuk kebiasaan hidup yang lebih baik.

Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada para penyuluh agama Islam yang terus memberikan pendampingan rohani kepada warga binaan Polsek Sunggal. Menurutnya, bimbingan keagamaan merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya memberikan motivasi agar warga binaan mampu memperbaiki perilaku dan menata kembali masa depan mereka. “Orang-orang yang sedang ditimpa musibah membutuhkan perhatian, motivasi, dan penguatan spiritual. Melalui pendampingan ini, kita berharap mereka dapat mengambil hikmah dari pengalaman yang dihadapi dan tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum,” ujar Agus Salim.

Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan tersebut, KUA Kecamatan Medan Sunggal berharap warga binaan dapat menjadikan ajaran agama sebagai landasan untuk memperbaiki diri, meninggalkan kebiasaan buruk, serta menumbuhkan kesadaran untuk menjalani kehidupan yang lebih positif. Masa pembinaan hendaknya dimanfaatkan sebagai momentum untuk bertobat, memperkuat keimanan, dan membangun komitmen menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan niat yang tulus, ibadah yang konsisten, lingkungan pergaulan yang positif, serta doa dan tawakal kepada Allah SWT, diharapkan warga binaan mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang bertanggung jawab, bermanfaat, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *