Medan (Humas) Pengawas Pendidikan Agama tingkat Menengah Kementerian Agama Kota Medan, Dewi Sartika Simbolon, melaksanakan kunjungan monitoring ke empat sekolah sekaligus pada Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memeriksa kelengkapan perangkat pembelajaran serta memantau pelaksanaan proses belajar mengajar (PBM) guna mendukung peningkatan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di sekolah.
Kunjungan pertama dilaksanakan di SMAN 16 Medan. Dalam kesempatan tersebut, Dewi Sartika Simbolon melakukan monitoring terhadap kelengkapan perangkat pembelajaran dan pelaksanaan PBM bersama guru Pendidikan Agama Katolik, Sinta Tarigan. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya pendampingan dan penguatan administrasi pembelajaran agar guru semakin siap dalam melaksanakan tugas pendidikan secara profesional.
Setelah menyelesaikan kunjungan di SMAN 16 Medan, kegiatan monitoring dilanjutkan ke SMA dan SMK Santo Paulus Martubung. Di SMA Santo Paulus Martubung, monitoring dilakukan bersama guru Pendidikan Agama Katolik, Dicky Sinabutar, sedangkan di SMK Santo Paulus Martubung, kegiatan tersebut dilaksanakan bersama guru Timy. Pemeriksaan difokuskan pada kelengkapan perangkat pembelajaran serta pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di masing-masing satuan pendidikan.
Rangkaian kunjungan berikutnya dilaksanakan di SMP Santo Paulus Martubung bersama guru Pendidikan Agama Katolik, Bapak Siburian, yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) bidang kurikulum. Dalam kunjungan ini, monitoring menjadi kesempatan untuk meninjau kesiapan administrasi pembelajaran sekaligus memperkuat koordinasi antara pengawas, guru, dan pihak sekolah dalam mendukung pelaksanaan pembelajaran yang terarah dan berkualitas.
Dewi Sartika Simbolon menyampaikan bahwa kegiatan monitoring merupakan bagian penting dari pembinaan terhadap guru Pendidikan Agama Katolik. “Monitoring ini menjadi kesempatan untuk memperkuat kesiapan guru, baik dalam administrasi maupun pelaksanaan pembelajaran, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih terarah dan bermakna bagi peserta didik,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru semakin meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas pendidikan.
Pelaksanaan monitoring di empat sekolah dalam satu hari ini merupakan bagian dari upaya Pengawas Pendidikan Agama tingkat Menengah Kementerian Agama Kota Medan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan agama di sekolah. Diharapkan, kegiatan monitoring dan pembinaan secara berkelanjutan dapat memperkuat kualitas administrasi pembelajaran, meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar, serta mendorong terwujudnya Pendidikan Agama Katolik yang semakin berkualitas.

