Pengawas Pendidikan Agama Katolik Kemenag Medan Kunjungi SD Swasta Bangun Insan Mandiri, Perkuat Kurikulum Cinta dalam Pembelajaran Mendalam

Medan (Humas) Pengawas Pendidikan Agama Katolik tingkat Sekolah Dasar Kementerian Agama Kota Medan, Lidia Rayani Pinem, S.Pd., melaksanakan kunjungan ke SD Swasta Bangun Insan Mandiri yang beralamat di Jalan Bambu II No. 62, Kelurahan Durian, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Selasa (27/10/2026). Kunjungan ini membahas penguatan Kurikulum Cinta dalam pembelajaran mendalam sebagai upaya mendorong proses pembelajaran Pendidikan Agama Katolik yang bermakna, humanis, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.

Dalam kunjungan tersebut, Lidia Rayani Pinem berdiskusi bersama Erika Simatupang selaku guru Pendidikan Agama Katolik di sekolah tersebut. Pembahasan berfokus pada pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai cinta kasih, kepedulian, toleransi, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap sesama dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diwujudkan melalui sikap dan perilaku peserta didik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Penguatan Kurikulum Cinta dalam pembelajaran mendalam menjadi salah satu langkah untuk menciptakan pengalaman belajar yang tidak sekadar berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mendorong pemahaman yang utuh, refleksi, dan penerapan nilai-nilai positif. Melalui pendekatan ini, peserta didik diharapkan mampu menghubungkan materi pembelajaran dengan pengalaman nyata, sehingga proses pendidikan semakin relevan dengan kehidupan sehari-hari serta mendukung pertumbuhan karakter yang baik.

Lidia Rayani Pinem menyampaikan bahwa pendidikan agama memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual sejak usia sekolah dasar. “Melalui Kurikulum Cinta, kita ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menumbuhkan kasih, kepedulian, dan karakter baik dalam diri setiap peserta didik,” ungkap Lidia. Ia juga menekankan pentingnya keteladanan guru dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, penuh kepedulian, dan saling menghormati.

Dalam kesempatan tersebut, Erika Simatupang diharapkan dapat terus mengembangkan strategi pembelajaran yang kreatif dan kontekstual dengan mengintegrasikan nilai-nilai cinta kasih ke dalam materi Pendidikan Agama Katolik. Penguatan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran agar peserta didik tidak hanya berkembang dalam aspek pengetahuan, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, sikap toleran, serta kepedulian terhadap sesama. Kolaborasi antara pengawas dan guru diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pembelajaran yang semakin berkualitas dan berkarakter.

Melalui kunjungan ini, diharapkan penguatan Kurikulum Cinta dalam pembelajaran mendalam di SD Swasta Bangun Insan Mandiri dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan. Komitmen bersama antara pengawas pendidikan dan guru menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan agama yang menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, memperkuat karakter peserta didik, serta membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu hidup berdampingan dalam semangat kasih, persaudaraan, dan toleransi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *