Pembinaan Berbuah Makna, Penyuluh Agama Kemenag Medan Dampingi Remaja Masjid hingga Membangun Rumah Tangga

Medan (Humas) – Pembinaan keagamaan yang dilakukan penyuluh agama tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman agama, tetapi juga membentuk karakter dan menjadi bekal bagi generasi muda dalam menjalani kehidupan. Hal tersebut tercermin dari kedekatan Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, H. Affan Sihite, dengan remaja masjid yang selama ini berada di bawah binaannya. Pada Sabtu (31/10/2026), Affan turut hadir dalam momen pernikahan Hafiz dan Adelia, dua remaja masjid binaannya yang kini memulai perjalanan baru sebagai pasangan suami istri. Kehadiran tersebut menjadi gambaran bahwa hubungan pembinaan antara penyuluh agama dan generasi muda dapat terus terjalin hingga mereka memasuki fase kehidupan berumah tangga.

Kedekatan yang terbangun melalui pembinaan keagamaan menjadi salah satu hal penting dalam mendampingi generasi muda. Remaja masjid tidak hanya diarahkan untuk aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga didorong agar mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pembinaan diharapkan dapat membentuk pribadi yang bertanggung jawab, berakhlak baik, serta memiliki kesiapan menghadapi berbagai tahapan kehidupan. Dengan demikian, peran penyuluh agama memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menyampaikan materi keagamaan.

H. Affan Sihite menyampaikan bahwa kebahagiaannya melihat Hafiz dan Adelia memasuki kehidupan rumah tangga menjadi salah satu momen bermakna dalam perjalanan pembinaan. Ia berharap nilai-nilai keagamaan yang selama ini dipelajari dapat menjadi landasan bagi keduanya dalam membangun keluarga. “Saya turut bersyukur dan berbahagia melihat anak-anak binaan dapat melangkah ke jenjang kehidupan yang baru. Semoga Hafiz dan Adelia mampu membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah, serta senantiasa menjadikan ajaran agama sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan,” ungkap Affan.

Sementara itu, perjalanan membangun rumah tangga membutuhkan komitmen, kesabaran, dan tanggung jawab dari kedua pasangan. Bekal pemahaman agama diharapkan dapat membantu suami dan istri dalam menjaga keharmonisan serta menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan keluarga. Senada dengan hal itu, pembinaan generasi muda melalui lingkungan masjid menjadi salah satu upaya menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak dini. Nilai tersebut diharapkan tidak hanya diterapkan dalam kehidupan pribadi, tetapi juga dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

Momen pernikahan Hafiz dan Adelia sekaligus memperlihatkan bahwa pembinaan keagamaan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan dalam kehidupan seseorang. Hubungan antara penyuluh agama dan remaja masjid yang terjalin melalui kegiatan pembinaan dapat berkembang menjadi ikatan silaturahmi yang tetap terjaga. Selain itu, keberhasilan generasi muda dalam menerapkan nilai-nilai agama pada fase kehidupan berikutnya menjadi salah satu harapan dari proses pendampingan tersebut. Hal ini memperkuat pentingnya kehadiran penyuluh agama dalam mendampingi masyarakat, termasuk generasi muda.

Kemenag Kota Medan terus mendorong penyuluh agama untuk berperan aktif dalam membina generasi muda melalui berbagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Pembinaan remaja masjid diharapkan mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya. Pendampingan yang berkesinambungan juga diharapkan menjadi bekal dalam membangun kehidupan pribadi dan keluarga yang berlandaskan nilai-nilai agama. Semoga Hafiz dan Adelia dapat membangun rumah tangga yang harmonis, penuh keberkahan, dan senantiasa berada dalam tuntunan Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *