Hadirkan Penguatan Spiritual bagi Pasien, Penyuluh Agama Buddha Kemenag Medan Berikan Pelayanan Doa di RS Siloam

Medan (Humas) – Kepedulian terhadap kebutuhan spiritual umat terus diwujudkan oleh Penyuluh Agama Buddha Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Ari Suryana. Ia memberikan pelayanan doa kepada pasien beragama Buddha yang sedang menjalani perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU) RS Siloam Dirga Surya, Medan. Kegiatan ini merupakan bentuk pendampingan rohani bagi umat yang tengah menghadapi kondisi kesehatan yang membutuhkan perhatian khusus. Melalui doa dan pendekatan keagamaan, pasien diharapkan memperoleh ketenangan serta penguatan batin selama menjalani proses perawatan.

Pelayanan doa dilaksanakan dengan penuh perhatian melalui pendekatan spiritual yang disesuaikan dengan keyakinan pasien. Kehadiran penyuluh agama di ruang perawatan tidak hanya menjadi bentuk pelayanan keagamaan, tetapi juga memberikan dukungan moral bagi keluarga yang mendampingi. Dalam situasi yang penuh kekhawatiran, perhatian dan pendampingan spiritual diharapkan dapat membantu pasien maupun keluarga menghadapi keadaan dengan lebih tenang.

Dalam ajaran Buddha, pengembangan pikiran yang tenang, cinta kasih (mettā), dan welas asih (karuṇā) merupakan nilai penting dalam menghadapi berbagai keadaan kehidupan. Nilai-nilai tersebut mengajarkan umat untuk menghadapi situasi sulit dengan kesadaran, ketenangan, serta sikap penuh kasih. Melalui pendampingan spiritual, nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi penguatan bagi pasien dan keluarga dalam menghadapi proses perawatan.

Ari Suryana menyampaikan bahwa pelayanan doa merupakan salah satu bentuk kehadiran penyuluh agama untuk mendampingi umat dalam berbagai keadaan, termasuk ketika sedang sakit dan membutuhkan dukungan rohani. Menurutnya, perhatian spiritual penting agar pasien maupun keluarga tidak merasa sendiri dalam menghadapi masa sulit.

“Kami berharap pelayanan doa ini dapat memberikan ketenangan dan penguatan batin bagi pasien maupun keluarga yang mendampingi, sehingga mereka dapat menghadapi keadaan ini dengan penuh kesabaran dan pengharapan,” ungkap Ari Suryana.

Ia juga menegaskan bahwa pelayanan keagamaan perlu menjangkau umat yang membutuhkan pendampingan, tidak hanya melalui kegiatan pembinaan di tempat ibadah, tetapi juga di lingkungan rumah sakit. Dengan demikian, penyuluh agama dapat hadir memberikan perhatian sesuai kebutuhan umat dalam berbagai situasi kehidupan.

Pelayanan rohani di rumah sakit menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian penyuluh agama kepada masyarakat. Pendampingan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan spiritual merupakan bagian yang perlu diperhatikan ketika seseorang menghadapi kondisi kesehatan yang berat. Melalui nilai cinta kasih dan welas asih, pelayanan ini diharapkan dapat menghadirkan kepedulian serta dukungan bagi umat yang sedang menjalani masa sulit.

Melalui kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Buddha Kemenag Kota Medan terus berupaya menghadirkan pelayanan yang humanis dan berorientasi pada kebutuhan umat. Pasien dan keluarga diharapkan memperoleh ketenangan serta kekuatan batin dalam menghadapi kondisi yang sedang dialami. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Kementerian Agama Kota Medan dalam memberikan pelayanan keagamaan yang inklusif, penuh kepedulian, dan menjangkau umat di berbagai lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *