Medan (Humas) – Dalam upaya membangun generasi muda yang beriman dan berakhlak mulia, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di YP Al Buchori-Muslim Medan, Senin (2/11/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan keagamaan yang menyasar kalangan remaja sebagai generasi penerus bangsa. Pelaksanaan BRUS melibatkan tujuh Penyuluh Agama Islam, yakni Syafrizal Anaz, Taufiq, Ahmad Bulyan Nst, H. Abdullah Hakim, H. M. Affan Sihite, Al Huda, dan Supriadi. Melalui kegiatan ini, para penyuluh berupaya membekali peserta didik dengan pemahaman agama sebagai landasan dalam membentuk karakter dan perilaku positif.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Al Huda, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh H. M. Affan Sihite. Materi pembinaan diarahkan pada penguatan pemahaman keagamaan serta pentingnya menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, jalannya kegiatan dipandu oleh Syafrizal Anaz selaku pembawa acara dan ditutup dengan pembacaan doa oleh Taufiq. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar serta mendapat sambutan positif dari pihak sekolah beserta seluruh jajarannya.
Pembinaan remaja melalui BRUS menjadi langkah penting dalam memberikan bekal keagamaan di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga pergaulan, membangun perilaku positif, serta memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan. Salah seorang penyuluh menyampaikan bahwa pembinaan sejak usia sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. “Melalui kegiatan BRUS ini, kami berharap para remaja dapat meningkatkan pemahaman agama, menjaga pergaulan, serta menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Selain memperkuat pemahaman keagamaan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi para siswa agar lebih bijak dalam menentukan sikap dan mengambil keputusan. Pembinaan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran remaja untuk menjadikan ajaran agama sebagai pedoman dalam kehidupan sosial. Senada dengan hal itu, sinergi antara Penyuluh Agama Islam dan lembaga pendidikan menjadi bagian penting dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda. Dukungan pihak YP Al Buchori-Muslim Medan turut menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan pembinaan tersebut.
Melalui kegiatan BRUS, Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan terus memperkuat perannya dalam memberikan bimbingan dan pendampingan keagamaan kepada masyarakat, khususnya kalangan remaja. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam sejak usia sekolah. Tidak hanya itu, para peserta juga diharapkan mampu mengembangkan sikap disiplin, saling menghormati, serta bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembinaan ini dapat berkontribusi dalam mewujudkan generasi muda yang beriman, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Kegiatan BRUS diharapkan menjadi pengalaman edukatif bagi para siswa dalam memahami pentingnya nilai-nilai agama sebagai pedoman kehidupan. Pengetahuan yang diperoleh selama pembinaan diharapkan dapat diterapkan dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Dengan bekal tersebut, para remaja diharapkan mampu membangun pergaulan yang sehat, menjaga perilaku, dan mengembangkan potensi diri ke arah yang positif. Pembinaan ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga memiliki kepribadian Islami dan akhlak mulia.

