Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) keagamaan bagi anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Medan, Senin (2/11/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Pendidikan Salat Membentuk Akhlak Mulia: Menjadikan Salat sebagai Pondasi Kehidupan, Pembentuk Karakter, dan Pencegah Perbuatan Keji dan Mungkar”. Kegiatan tersebut diikuti oleh Agus Melan, S.Sos.I., Nunung Ismayanti, S.Ag., Julianti, S.Ag., Surya Hafni, S.Sos.I., Hj. Nurjannah, S.H.I., Rusli Nasution, S.Ag., Husein Ali, S.Ag., dan Dewi Anggraini, S.Ag. Melalui kegiatan ini, para penyuluh memberikan pembinaan untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan, serta kesadaran anak binaan dalam melaksanakan ibadah kepada Allah SWT.
Dalam penyampaian materinya, Nunung Ismayanti, S.Ag. menjelaskan bahwa salat merupakan salah satu pondasi utama dalam kehidupan seorang muslim. Pelaksanaan salat secara konsisten mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, kesabaran, serta ketaatan kepada Allah SWT. Selain itu, salat juga menjadi sarana untuk melatih seseorang agar senantiasa menjaga perilaku dan menghindari perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama. “Salat bukan hanya kewajiban yang dilaksanakan lima waktu sehari, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk pribadi yang lebih disiplin, sabar, dan mampu menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Nunung.
Lebih lanjut, materi penyuluhan juga membahas kandungan Surah Al-Ankabut ayat 45 yang menjelaskan bahwa sesungguhnya salat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa ibadah salat seharusnya memberikan pengaruh positif terhadap sikap, perkataan, dan tindakan seseorang. Sementara itu, pemahaman terhadap makna bacaan dan gerakan salat diharapkan dapat membantu anak binaan meningkatkan kualitas ibadah, bukan sekadar menjalankan kewajiban secara rutin. Dengan demikian, nilai-nilai yang terkandung dalam salat dapat tercermin melalui perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini juga menjadi ruang pembinaan spiritual bagi anak binaan untuk memperkuat keimanan serta memperbaiki kualitas diri. Rusli Nasution, S.Ag. turut menekankan pentingnya menjadikan salat sebagai kebiasaan yang membentuk karakter dan perilaku positif. “Kami berharap anak-anak binaan tidak hanya memahami pentingnya salat sebagai kewajiban, tetapi juga mampu mengambil nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebaikan dari setiap ibadah yang dilaksanakan,” ungkap Rusli. Senada dengan hal itu, pembinaan keagamaan di lingkungan LPKA diharapkan dapat memberikan penguatan moral dan spiritual bagi anak binaan dalam menjalani proses pembinaan.
Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan berupaya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan keagamaan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih positif. Pendidikan salat diharapkan mampu menanamkan nilai kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Selain itu, penguatan pemahaman agama menjadi bekal penting bagi anak binaan untuk membangun kepercayaan diri dan mempersiapkan kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan. Pembinaan spiritual yang berkelanjutan diharapkan dapat membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan berakhlak mulia.
Melalui pendidikan salat, anak binaan diharapkan semakin menyadari pentingnya menjaga hubungan dengan Allah SWT sekaligus memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Nilai-nilai yang dipelajari dalam kegiatan penyuluhan diharapkan dapat diterapkan secara konsisten, baik selama menjalani pembinaan maupun ketika kembali ke tengah masyarakat. Kesungguhan dalam memperbaiki ibadah menjadi salah satu langkah untuk membangun karakter yang kuat dan menjauhi perilaku negatif. Dengan demikian, salat dapat menjadi pondasi kehidupan dalam membentuk generasi muda yang beriman, bertanggung jawab, dan memiliki akhlak mulia.
