Medan, (Humas). Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, H. Husni Tamrin Rambe, S.Ag., H. Tamrin Butar Butar, S.Ag., dan Sulaiman, S.Th.I., melaksanakan kegiatan bimbingan penyuluhan agama Islam di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Labuhan Deli, Rabu (04/11/2026).
Kegiatan bimbingan mental dan keagamaan ini menjadi salah satu upaya untuk memberikan penguatan spiritual, membangun kesadaran diri, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada warga binaan agar senantiasa memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari staf Rutan, Irfan Lingga, yang menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan bimbingan mental dan keagamaan sebagai bagian dari pembinaan warga binaan di lingkungan pemasyarakatan.
Tausyiah pertama disampaikan oleh H. Husni Tamrin Rambe, S.Ag. Dalam penyampaiannya, ia mengajak seluruh warga binaan untuk senantiasa berbuat baik kepada Allah SWT dan tidak pernah berhenti berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.
Ia menyampaikan bahwa sejahat apa pun seseorang, pada akhirnya tetap memiliki kesempatan untuk kembali kepada kebaikan. Oleh karena itu, setiap individu hendaknya tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT dan terus berusaha memperbaiki diri melalui amal serta perilaku yang baik.
Lebih lanjut, Husni Tamrin menyampaikan tiga pesan amalan yang perlu diterapkan selama menjalani pembinaan di lembaga pemasyarakatan, yaitu belajar, beramal saleh, dan ikhlas dalam melakukan pekerjaan maupun ibadah.
Menurutnya, belajar menjadi jalan untuk memperbaiki pengetahuan dan pola pikir, beramal saleh merupakan wujud nyata dari kebaikan, sedangkan ikhlas menjadi landasan penting dalam setiap pekerjaan dan ibadah yang dilakukan.
“Dengan terus belajar, memperbanyak amal saleh, dan ikhlas dalam setiap pekerjaan maupun ibadah, insyaallah kita akan menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” pesannya.
Tausyiah kedua disampaikan oleh H. Tamrin Butar Butar, S.Ag. Ia menekankan pentingnya memperhatikan kembali pelaksanaan salat, terutama dalam hal niat sebagai dasar utama dalam beribadah kepada Allah SWT.
Dalam penjelasannya, ia menyampaikan bahwa niat memiliki peran penting dalam membedakan suatu perbuatan yang bernilai ibadah dengan perbuatan yang tidak bernilai ibadah. Oleh karena itu, setiap amal perbuatan hendaknya diawali dengan niat yang baik dan benar.
Ia juga mengingatkan bahwa seluruh amal mubah atau perbuatan yang pada dasarnya diperbolehkan, apabila dikerjakan secara istiqamah dan dilandasi niat yang baik, dapat bernilai ibadah serta menjadi amalan yang berpahala.
Pesan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk senantiasa menjaga salat, memperbaiki niat, serta membiasakan diri melakukan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan bimbingan mental dan keagamaan berlangsung dengan penuh khidmat. Melalui kegiatan ini, diharapkan warga binaan semakin memahami pentingnya mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat keimanan, serta menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Di akhir kegiatan, Sulaiman, S.Th.I., memimpin doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar seluruh warga binaan diberikan kekuatan iman, keteguhan hati, kemudahan dalam menjalani masa pembinaan, serta kesempatan untuk kembali ke tengah masyarakat dengan membawa perubahan yang positif.
Bimbingan penyuluhan agama Islam ini merupakan wujud nyata kepedulian Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan dalam memberikan pendampingan spiritual dan pembinaan mental kepada warga binaan, sehingga nilai-nilai agama dapat menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang lebih baik, penuh harapan, dan diridai Allah SWT.

