Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Petisah, Muhammad Zahid Nasution dan Heriansyah Harahap, melaksanakan bimbingan keagamaan berupa tahsin Al-Qur’an kepada jamaah Pengajian Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) pada hari Rabu, 04 November 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen penyuluh agama dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an serta menumbuhkan kecintaan terhadap kitab suci bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Zahid Nasution dan Heriansyah Harahap memberikan materi tentang tata cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah ilmu tajwid. Materi meliputi pengenalan makharijul huruf, pelafalan huruf hijaiyah, hukum bacaan, serta pentingnya memperhatikan panjang pendek bacaan. Bimbingan dilaksanakan dengan pendekatan komunikatif dan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan jamaah Pertuni.
Muhammad Zahid Nasution menyampaikan bahwa mempelajari Al-Qur’an merupakan kewajiban dan kebutuhan setiap muslim. Menurutnya, semangat jamaah Pertuni dalam mempelajari Al-Qur’an merupakan teladan yang patut diapresiasi. “Belajar Al-Qur’an tidak mengenal batasan usia maupun kondisi fisik. Siapa pun memiliki kesempatan yang sama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui Al-Qur’an. Yang terpenting adalah kemauan, kesungguhan, dan istiqamah dalam belajar,” ungkapnya.
Sementara itu, Heriansyah Harahap menjelaskan bahwa tahsin merupakan upaya memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur’an agar sesuai dengan kaidah tajwid dan pelafalan huruf yang tepat. Ia juga mengingatkan pentingnya membaca Al-Qur’an secara tartil sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Muzzammil ayat 4: “Wa rattilil qur’āna tartīlā”, yang artinya, “Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.” “Melalui bimbingan tahsin ini, kita berharap jamaah semakin percaya diri dalam membaca Al-Qur’an dan mampu mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Suasana pengajian berlangsung penuh keakraban dan semangat kebersamaan. Para jamaah mengikuti setiap materi dengan antusias melalui penjelasan, pendengaran, pengulangan bacaan, serta praktik secara langsung. Kedua penyuluh juga memberikan kesempatan kepada jamaah untuk belajar dan memperbaiki bacaan secara bertahap sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif.
Salah seorang jamaah Pertuni mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bimbingan yang diberikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Medan Petisah. “Kami sangat senang dan bersyukur mendapatkan pendampingan belajar tahsin Al-Qur’an. Kegiatan ini menambah ilmu dan membantu kami memperbaiki bacaan. Semoga para penyuluh agama senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan untuk terus membimbing masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Petisah berharap pembinaan tahsin Al-Qur’an di lingkungan Pengajian Pertuni dapat terus berlangsung secara berkesinambungan. Kehadiran Muhammad Zahid Nasution dan Heriansyah Harahap menjadi wujud nyata pelayanan keagamaan yang inklusif, humanis, dan berkeadilan, sekaligus menegaskan bahwa kesempatan untuk belajar, memahami, dan mencintai Al-Qur’an merupakan hak setiap muslim tanpa memandang keterbatasan fisik.

