Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Petisah, Muhammad Zahid Nasution, Heriansyah Harahap, Nurlely, dan Komala Dewi, melaksanakan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada warga binaan Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Bhayangkara Indonesia (LRPPN BI) Medan pada hari Rabu, 04 November 2026. Kegiatan kali ini mengangkat tema “Pelajaran dari Seekor Lebah Sesuai Hadis Nabi Muhammad SAW”. Materi tersebut disampaikan untuk memberikan motivasi spiritual sekaligus mengajak warga binaan meneladani sifat-sifat positif lebah dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyampaian materi, para penyuluh menjelaskan bahwa lebah merupakan salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang memiliki banyak pelajaran berharga bagi manusia. Lebah dikenal sebagai makhluk yang menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, hidup dengan teratur, bekerja sama, serta tidak merugikan lingkungan sekitarnya. Nilai-nilai tersebut menjadi teladan bagi manusia agar senantiasa menghadirkan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan.
Muhammad Zahid Nasution menyampaikan bahwa Rasulullah SAW memberikan perumpamaan seorang mukmin seperti lebah yang senantiasa menghasilkan kebaikan. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan dinilai sahih oleh sejumlah ulama: “Perumpamaan seorang mukmin seperti lebah. Ia tidak makan kecuali yang baik dan tidak menghasilkan kecuali yang baik.” Menurutnya, hadis tersebut mengajarkan umat Islam untuk menjaga perilaku, memilih sesuatu yang halal, serta senantiasa memberikan manfaat kepada orang lain.
Sementara itu, Heriansyah Harahap menjelaskan bahwa salah satu pelajaran penting dari lebah adalah kemampuannya menghasilkan madu yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Hal ini mengingatkan bahwa manusia seharusnya juga mampu menghasilkan perkataan, perbuatan, dan karya yang membawa kebaikan. “Jadilah seperti lebah yang kehadirannya memberikan manfaat. Jangan sampai keberadaan kita justru menyakiti dan merugikan orang lain. Jadikan kehidupan ini sebagai kesempatan untuk memperbanyak amal kebaikan,” ungkapnya.
Nurlely dalam penyampaiannya menekankan pentingnya membangun kehidupan yang lebih baik melalui perubahan perilaku dan pembiasaan melakukan kebaikan. Ia mengajak warga binaan LRPPN BI Medan untuk mengambil hikmah dari kehidupan lebah, khususnya dalam hal kedisiplinan, kerja sama, dan ketekunan. “Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih dekat kepada Allah SWT,” tuturnya.
Komala Dewi turut memberikan penguatan bahwa lebah juga mengajarkan pentingnya menjaga lisan dan tidak menyakiti sesama. Ia mengajak seluruh peserta untuk meninggalkan kebiasaan buruk, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia, serta membangun lingkungan pergaulan yang positif. “Sebagaimana lebah yang menghasilkan madu, hendaknya lisan dan perbuatan kita juga menghasilkan kebaikan. Mari kita isi kehidupan dengan ucapan yang santun, hati yang bersih, dan tindakan yang bermanfaat,” pesannya.
Kegiatan bimbingan keagamaan berlangsung dengan penuh antusias dan suasana kekeluargaan. Melalui materi tersebut, para penyuluh berharap warga binaan LRPPN BI Medan dapat mengambil hikmah dari seekor lebah sebagai inspirasi untuk membangun karakter yang positif, disiplin, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi sesama. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Petisah dalam memberikan pembinaan rohani dan motivasi keagamaan guna mendukung proses pemulihan serta membentuk pribadi yang lebih baik, berakhlak mulia, dan siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.

