Medan (Humas) – Kepedulian terhadap kondisi spiritual pasien menjadi salah satu perhatian Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Rohani (Bimroh) bagi pasien dan keluarga di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RSU USU), Senin (2/11/2026). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam Dr. Syarto, Lc., M.A. dan Nurbaiti Lubis dengan mengunjungi pasien yang menjalani perawatan di lantai 4, tepatnya di kamar Gaharu 401, 404, 405, 406, dan 407.
Kegiatan Bimroh tersebut merupakan bagian dari implementasi arahan Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., kepada seluruh penyuluh, penghulu, dan Penata Layanan Operasional (PLO) agar terus memberikan pelayanan prima dan berdampak bagi masyarakat. Pelayanan keagamaan diharapkan tidak hanya berlangsung di tempat ibadah atau lingkungan masyarakat, tetapi juga hadir ketika masyarakat menghadapi situasi sulit, termasuk saat menjalani perawatan di rumah sakit.
Dalam pelaksanaannya, kedua penyuluh melakukan kunjungan secara langsung dari kamar ke kamar. Mereka menyapa pasien dan keluarga, mendengarkan kondisi yang dihadapi, serta menyampaikan pesan-pesan keagamaan untuk memperkuat keimanan, menghadirkan ketenangan batin, dan menumbuhkan semangat dalam menjalani proses pengobatan.
Kepada keluarga pasien, para penyuluh mengingatkan pentingnya memberikan perhatian dan dukungan moral kepada anggota keluarga yang sedang sakit. Keluarga diharapkan memanfaatkan waktu mendampingi pasien untuk memberikan motivasi, menyampaikan kata-kata yang menenangkan, serta menguatkan harapan agar pasien tetap semangat menjalani perawatan. Selain itu, keluarga juga diajak memperkuat doa dan mendampingi pasien dengan penuh kesabaran sebagai bagian dari ikhtiar lahir dan batin.
Sementara kepada pasien, para penyuluh menyampaikan pesan agar senantiasa memperkuat kesabaran, tawakal, dan berbaik sangka kepada Allah Ta’ala. Mereka mengingatkan bahwa sakit merupakan keadaan yang membutuhkan keteguhan hati dan keyakinan kepada pertolongan Allah. Sikap sabar bukan berarti menyerah terhadap keadaan, melainkan tetap teguh menjalani ujian sembari terus berikhtiar memperoleh kesembuhan. Demikian pula tawakal, yakni menyerahkan hasil kepada Allah setelah berbagai usaha dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Para penyuluh juga mengajak pasien untuk memelihara sikap husnuzan kepada Allah Ta’ala agar tidak mudah berputus asa dalam menghadapi kondisi kesehatan. Penguatan spiritual tersebut diharapkan dapat membantu pasien menjaga ketenangan hati dan optimisme selama menjalani pengobatan. Di sisi lain, keluarga diingatkan bahwa dukungan, perhatian, dan doa yang berkelanjutan merupakan bagian penting dalam mendampingi anggota keluarga yang sedang sakit.
Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, menyampaikan bahwa bimbingan rohani di rumah sakit merupakan bentuk pelayanan keagamaan yang perlu terus dikembangkan. Menurutnya, masyarakat yang sedang menghadapi ujian kesehatan membutuhkan pendampingan, bukan hanya dalam aspek fisik, tetapi juga penguatan mental dan spiritual. Kehadiran penyuluh agama diharapkan dapat memberikan motivasi serta membantu pasien dan keluarga menjalani keadaan tersebut dengan lebih tenang.
Pada penghujung kegiatan, Bimroh ditutup dengan doa bersama. Para penyuluh, pasien, dan keluarga memohon kepada Allah Ta’ala agar seluruh pasien diberikan kesembuhan, kekuatan dalam menjalani proses perawatan, serta ketenangan hati dalam menghadapi setiap ujian. Doa juga dipanjatkan agar seluruh urusan pasien dan keluarga diberikan kemudahan.
Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Medan Amplas terus berupaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh kebutuhan spiritual masyarakat. Bimbingan rohani di RSU USU menjadi salah satu wujud pengabdian penyuluh agama dalam mendampingi masyarakat pada saat membutuhkan penguatan iman, ketenangan, dan harapan.

