Perkuat Iman dan Bentuk Karakter Positif, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan Berikan Pembinaan Rohani di Rutan Labuhan Deli

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan dan pembinaan keagamaan kepada masyarakat, termasuk warga binaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Rohani (Bimroh) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Labuhan Deli, Jalan Titi Pahlawan, Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (5/11/2026). Kegiatan ini dipimpin oleh Maruli Siburian, S.Th., dengan mengangkat tema “Melakukan yang Baik dan Menjauhi yang Jahat” berdasarkan Firman Tuhan dalam Roma 12:1 dan Amsal 4:23. Pembinaan ini bertujuan memberikan penguatan iman sekaligus mendorong warga binaan untuk membangun karakter dan perilaku yang lebih baik.

Dalam penyampaian firman Tuhan, Maruli Siburian mengajak warga binaan untuk senantiasa melakukan kebaikan dan menjauhkan diri dari segala bentuk perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Tuhan. Ia menjelaskan bahwa Roma 12:1 mengajarkan pentingnya mempersembahkan kehidupan kepada Tuhan sebagai bentuk ibadah yang sejati. Menurutnya, ibadah tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga melalui sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyampaikan, “Melakukan yang baik harus menjadi bagian dari kehidupan kita, bukan hanya ketika berada di tempat ibadah, tetapi juga dalam setiap perkataan, keputusan, dan tindakan yang kita lakukan.”

Selain itu, ia menguraikan pesan dalam Amsal 4:23 yang mengingatkan pentingnya menjaga hati karena dari situlah terpancar kehidupan. Ia mengajak warga binaan untuk memelihara hati dari kebencian, dendam, iri hati, serta berbagai pikiran negatif yang dapat memengaruhi perilaku. Menurutnya, hati yang terjaga akan membantu seseorang mengambil keputusan yang baik dan menghindari tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Ia menegaskan, “Kita harus menjaga hati dengan sungguh-sungguh, sebab apa yang tersimpan di dalam hati akan memengaruhi cara kita berpikir, berbicara, dan bertindak.”

Sementara itu, Maruli juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menentukan pilihan hidup yang lebih baik. Masa lalu hendaknya dijadikan pelajaran agar seseorang tidak kembali melakukan kesalahan yang sama. Senada dengan hal itu, ia mengajak warga binaan untuk membangun kebiasaan positif, memperkuat hubungan dengan Tuhan, serta menjadikan kebaikan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Perubahan diri dapat dimulai dari kesadaran pribadi yang diwujudkan melalui tindakan nyata dan konsisten.

Kegiatan Bimbingan Rohani berlangsung dalam suasana khidmat dengan memberikan ruang bagi warga binaan untuk menerima penguatan spiritual. Penyampaian firman Tuhan diharapkan dapat memberikan ketenangan batin sekaligus menumbuhkan semangat untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik. Selain memperkuat pemahaman terhadap ajaran agama, kegiatan ini juga menjadi sarana refleksi diri bagi warga binaan dalam mengevaluasi sikap dan perilaku selama menjalani masa pembinaan. Pesan mengenai pentingnya melakukan kebaikan dan menjauhi kejahatan diharapkan dapat terus diingat serta diterapkan dalam kehidupan mereka.

Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Medan berharap pembinaan rohani di Rutan Kelas I Labuhan Deli dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan iman dan pembentukan karakter warga binaan. Nilai-nilai kebaikan yang disampaikan hendaknya menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang lebih bertanggung jawab. Setiap warga binaan diharapkan memiliki keberanian untuk meninggalkan kebiasaan buruk dan memulai langkah baru yang lebih positif. Dengan iman yang semakin kuat dan tekad untuk melakukan kebaikan, setiap orang memiliki kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *