Medan (Humas) — Upaya memperkuat pemahaman generasi muda tentang pentingnya kerukunan umat beragama terus dilakukan melalui berbagai ruang edukasi dan dialog. Salah satunya melalui kegiatan wawancara yang dilakukan mahasiswa Universitas Mikroskil dengan Penyuluh Agama Buddha Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Ari Suryana, terkait tema kerukunan umat beragama di Kota Medan, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas akademik mahasiswa untuk memperoleh informasi dan perspektif praktis mengenai upaya menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia, khususnya peran Kementerian Agama dan Penyuluh Agama dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Dalam kesempatan tersebut, Ari Suryana menjelaskan bahwa Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam menjaga dan memperkuat kerukunan umat beragama melalui berbagai program pembinaan, pelayanan keagamaan, serta penguatan moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk.
Menurutnya, penyuluh agama merupakan ujung tombak Kementerian Agama yang hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pembinaan keagamaan sekaligus menyampaikan pesan-pesan toleransi, persaudaraan, dan kerukunan.
“Penyuluh agama tidak hanya bertugas menyampaikan ajaran agama kepada umat, tetapi juga menjadi jembatan dalam membangun harmoni sosial. Melalui edukasi, dialog, dan pembinaan yang berkelanjutan, kami berupaya menanamkan nilai-nilai toleransi serta sikap saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat,” ujar Ari Suryana.
Ia menambahkan bahwa kerukunan umat beragama merupakan modal sosial yang sangat penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda, memiliki tanggung jawab untuk terus merawat toleransi dan memperkuat komunikasi antarumat beragama.
“Kerukunan tidak hadir dengan sendirinya, tetapi harus terus dirawat melalui sikap saling memahami, menghargai perbedaan, dan membangun komunikasi yang baik. Generasi muda memiliki peran besar dalam menjaga nilai-nilai tersebut agar kehidupan bermasyarakat tetap damai dan harmonis,” tambahnya.
Kegiatan wawancara berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Para mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menggali informasi mengenai tugas dan fungsi penyuluh agama, peran Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan umat beragama, serta berbagai langkah yang dilakukan dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.
Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa semakin memahami pentingnya peran penyuluh agama dalam memperkuat kerukunan umat beragama serta mampu menjadi agen moderasi dan perdamaian yang turut berkontribusi dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman.

