Bimbingan Mental di Lapas Tanjung Gusta Bekali Anak Binaan dengan Akhlak dan Nilai-Nilai Keagamaan

Medan (Humas) — Kementerian Agama Kota Medan melalui peran aktif para penyuluh agama terus menghadirkan pembinaan keagamaan yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk anak-anak binaan di lembaga pemasyarakatan. Melalui pendekatan yang humanis dan edukatif, pembinaan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran spiritual, memperkuat akhlak, serta menjadi bekal bagi mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Mental (Bimtal) yang dilaksanakan pada Selasa (16/6/2026) oleh Penyuluh Agama Islam, Nunung Ismayanti dan Dewi Anggraini, kepada anak-anak binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tanjung Gusta Medan. Kegiatan ini berfokus pada pembinaan akhlak serta penguatan pemahaman agama sebagai bekal dalam membentuk karakter yang lebih baik.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta diberikan materi tentang pentingnya akhlak mulia, hubungan baik dengan sesama, serta pemahaman dasar keagamaan yang dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Pembinaan juga diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran diri agar para anak binaan mampu mengambil hikmah dari pengalaman hidup yang telah dilalui.

Penyuluh Agama Islam, Nunung Ismayanti, menyampaikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki masa depannya. Menurutnya, pembinaan keagamaan menjadi salah satu sarana penting untuk menanamkan nilai-nilai positif dalam diri anak-anak binaan.

Ia menegaskan bahwa proses pembinaan yang diberikan bukan semata-mata untuk menambah pengetahuan agama, tetapi juga untuk membangun karakter dan menumbuhkan semangat memperbaiki diri.

“Kami ingin menanamkan kepada mereka bahwa masa lalu bukanlah akhir dari segalanya. Dengan memperbaiki akhlak, meningkatkan ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, mereka memiliki kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik serta bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat ketika kembali ke lingkungan sosial nantinya,” ujar Nunung Ismayanti.

Senada dengan itu, Dewi Anggraini menjelaskan bahwa pembinaan mental dan spiritual memiliki peran penting dalam membangun optimisme serta kesadaran diri para anak binaan agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari.

Menurutnya, anak-anak binaan perlu mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan agar memiliki bekal moral dan spiritual yang kuat ketika kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

“Melalui pembinaan ini kami berharap anak-anak binaan dapat memahami nilai-nilai agama dengan lebih baik, memiliki akhlak yang mulia, serta tumbuh kesadaran untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti. Harapannya, mereka dapat diterima kembali di tengah masyarakat dan menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi lingkungannya,” tutur Dewi Anggraini.

Kegiatan Bimtal berlangsung dengan penuh kehangatan dan interaksi yang positif antara penyuluh dan peserta. Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan anak-anak binaan semakin memiliki semangat untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik sehingga mampu berkontribusi secara positif ketika kembali ke tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *